ditulis oleh: G.I. Fifi Wijaya

Siang itu matahari bersinar dengan teriknya, namun tidak memudarkan semangat saya dan beberapa ibu datang ke Rumah Sakit Sumber Waras. A�Kunjungan ini sangatlah istimewa bagi kami karena pasien yang kami kunjungi akan berulang tahun besok. Sayangnya kami tidak dapat mengunjunginya esok hari. Namun tak mengapa, kami tetap ingin berbagi sukacita dengannya di hari ini.

 

Kanker adalah salah satu penyakit yang menakutkan dan mematikan bagi banyak orang. Berbagai pengobatan A�dapat ditempuh, namun tidak ada yang dapat menjamin 100% akan kepastian A�kesembuhannya. Tak urung proses pengobatannya selain memakan biaya yang besar, juga amat menyakitkan. NamunA�di tengahA�semua kenyataan pahit itu, ada seorang pasien kanker yang menyebutkan dirinya adalah a�?Wanita yang diberkati.a�? Mungkin kita bertanya-tanya “A�Bagaimana mungkin?” Ya, tapi kalimat itulah yang sungguh keluar dari mulut Lie Tjen yang kami kunjungi. Itulah yang membuat beliau menjadi orang yang sangat istimewa bagi kami dan orang-orang yang mengenalnya.A�Mari kita dengarkan kesaksiannya.

 

Ketika kami memasuki kamar itu, ia langsung menyambut kami dengan sebuah senyuman yang manis. Hari ini adalah hari Selasa dan sore itu ia tampak segar dan banyak tersenyum.

 

Wanita istimewa yang kami kunjungi bernama Lie Lih Tjen dan pada tanggal 30 Maret 2016 ini, ia genap berusia 51 tahun. Kami berbincang-bincang dengan tenang. Beberapa minggu sebelumnya ia sulit bernafas karena dadanya sesak. Tapi hari ini suaranya terdengar jelas. Perbincangan berlangsung seru dan sekali-kali diselingi dengan tawa dan canda (L: Lie Lih Tjen; H: Henny Ho; P: Penulis)

wpid-img-20160422-wa0006.jpg

PA�A�A�A�A�A� : Apa kabar bu?

LA�A�A�A�A�A� : Baik.

PA�A�A�A�A�A� : Ibu hari ini seger yaaa

LA�A�A�A�A�A� : Yaa�� kemaren ngga bisa nelan dan minuma�� saluran tenggorokan ada yg rusak karena akibat kemo a�� jadi tidak bisa menelan dan bicaraa�� tapi hari ini sudah enakana��

PA�A�A�A�A� : Yaa�� syukur yaa�� apakah ini juga karena habis suntik stemcell yaa��

LA�A�A�A�A�A� : Yaaaa�� biasanya lebih seger setelah di stemcella��

PA�A�A�A�A�A� : Kapan disuntuik?

LA�A�A�A�A�A� : Setiap Senin dan Jumat.. jadi dokter menyuntik seminggu 2 kali

PA�A�A�A�A�A� : Bua�� bagaimana asal mulanya ibu mengetahui ada kanker di tubuh ibu?

LA�A�A�A�A�A� : Akhir 2011 saya temui benjolan di payudara kanan.. saya sudah periksa ke 4 dokter..mereka bilang ini Positif Cancer Mamae.. awal tahun 2012 saya mulai berobat ke Singapore.. di RS. NUH (National University Hospital), mereka menawarkan pengobatan Gratis.. tapi Suami saya mengatakan: a�?Jangan diambil mi, karena masih banyak orang yang lebih membutuhkana��a�?

Waha�� padahal hampir 500 jt.

PA�A�A�A�A�A� : Bagaimana awal dilakukan pengobatannya…. bagaimana perasaan ibu saat-saat itu?

LA�A�A�A�A�A� : Awal nya saya di Kemo 8x setiap 3 minggu.. jeda 1 bulan saya di Operasi.. tidak ada rasa sakit dan tidak cabut benang karena sistem tempel. Tanggal 3 Oktober saya di operasi, A�tanggal 4 nya saya sudah boleh pulang. A�Pada waktu pagi jam 9 Terapisnya datang untuk memberikan latihan. A�Supaya tangan A�saya bisa lurus, saya rajinA�latihan. Ada jeda 1 bulan saya di Radioteraphy 25x Senin- Jumat. A�Hari Sabtu dan Minggu bisa libur dan saya pulang ke Indonesia untuk berkumpul berasama keluarga.

PA�A�A�A�A�A� : Bagaimana pengobatannya?

LA�A�A�A�A�A� : Senin pagi jam 5:15 saya berangkat ke Singapore. Jumat saya minta radiasi pagi hariA�supaya sore bisa pulang ke Indo. Hal itu berlangsung terus sampai 5 minggu. Treatment

kemudian dinyatakan selesai.

PA�A�A�A�A�A� : Bagaimana setelah treatment itu?

LA�A�A�A�A�A� : Tiap bulan saya harus kontrolA� 2 bulan sekali, atau 3 bulan sekali. Kemudian lebih A�panjang waktunya menjadi setengah tahun sekali. Pada waktu itu saya sudah mengeluh bahwa dada saya terasa sakit, tapi dr. Lim mengatakan tidak apa-apa. Ternyata setelah diA�A�periksa ada Nodule-nodule A�di Paru-paru saya. Dan nodule itu sudah menyebar di Paru-A�paru. A�Kemudian dilakukan kemo kembali, tapi kemo oral. Efeknya lebih kecil tapi mahal A�sekali. Tiap bulan saya harus bayar 9 ribuan dollar untuk obat kemo oral ini. Hal ini berjalan selama 8 bulan. Karena cukup panjang waktunya, lama kelamaan saya lelah, kemudian saya mengatakan pada suami saya bahwa saya ingin berobat di IndonesiaA�A�saja. Suami saya sempat kaget dan mengatakan: a�?Sudah menyebar kok malah mauA�A�berobat di Indonesiaa��.Gimana sih? Kemudian saya minta rekomendari dari dr. Karmen Wong nama dokter di Indo. Kemudian beliau memberikan nama Prof. Dr. ABDUL MUTHALIB. Setelah itu, saya berobat dengan prof selama satu setengah tahun. A�Tetap dengan pengobatan Kemo terus menerus sampai 28x..

PA�A�A�A�A�A� : Cukup berat ya bua��

LA�A�A�A�A�A� : Ya, saya sudah melewati semua itu berkat kekuatan dari Tuhan.

PA�A�A�A�A�A� : Bagaimana bisa akhirnya dilakukan stemcell?

LA�A�A�A�A�A� : Sepertinya Kankernya sudah Resisten terhadap Kemo dikarenakan A�penyebaran terusA�terjadi. Sudah banyak tempat di tubuh saya dimana kanker sudah menyebar.A�Ke Getah Bening, ke Tulang dada, dan ke Otak juga ada Nodule. Saya sudah beradaA� pada Stadium Akhir. Sehingga akhirnya saya memutuskan untuk melakukan TreatmentA�Stemcell.. Tapi suntikan ini sangat sakita�� (kepada H ia menuliskan: Barusan disuntik Stemcell di lehera�� duha�� sakitnya bukan maina��).

PA�A�A�A�A�A� : Apakah terlihat hasilnya?

LA�A�A�A�A�A� : Yaa��lebih kuat dan enak rasanyaa��

PA�A�A�A�A�A� : Apakah treatment dengan Stemcell ini mahal?

LA�A�A�A�A�A� : Oa�� ini semua gratis melalui sebuah Yayasan dari Inggris John Hopkin. Dokter yangA�merekomendasikan saya untuk melakukan treatment stemcell ini.

Saya hanya berharap agar saya tidak sakit lagia��. Kemaren waktu mau minum air sangat sulit sekali.. tapi hari ini minum sudah bisa tapi pakai sendoka�� lumayan deha�� hanya makan belum bisaa��

HA�A�A�A�A�A� : Hari ini ibu sangat ceraha�� apa karena besok berulang tahun?

LA�A�A�A�A�A� : Saya merasa sebagai wanita yang diberkati. Banyak orang sayang sama sayaa��. Banyak yang datang membesuk. Banyak yang kirim obat, makanan dan lain-lain. Ada aja yang datang ke rumah sakit dan di rumah. Saya merasa sebagai wanita yang diberkatia��.

PA�A�A�A�A�A� : Ya.. Puji Tuhan bua��

LA�A�A�A�A�A� : Suami dan anak-anak juga begitua�� mereka sangat perhatiana�� waktu Imlek merekaA�kumpul di sini dan anak saya membuat baju baru buat sayaa��

PA�A�A�A�A�A� : Oa�� ya.. dia sekolah design yaaa��

LA�A�A�A�A�A� : Tuhan membuat hidup saya sukacitaa��

wpid-img-20160422-wa0008.jpg

Sehari setelah hari ulang tahunnya berlangsung, penulis kembali berkomunikasi A�melalui WhatsApp.

PA�A�A�A�A�A� : Apa kabar bu? Bagaimana keadaannya hari ini?

LA�A�A�A�A�A� : Kemarin hari yang tak terlupakan.. pagi di Surprise kel D (dari Komisi Wanita), siang Temen” grupa��sore kumpul keluarga.. malam kumpul dengan teman-teman LingkunganA�Leopoldus. A�Gilanyaa�� diajak makan di lantai 2.. A�saya gak kuat naik a�� lalu di usung Rame-rame ama bapak.. duh! Saya ampe terharu banget sama merekaa��..

PA�A�A�A�A�A� : O puji Tuhan yaa… banyak teman-teman dan keluarga sayang sama ibu dan perhatikan ibua��

LA�A�A�A�A�A� : Maka nya saya bilanga�� saya wanita yang diberkatia��. begitu banyak yang sayang sama sayaa��. saya mau berbagi sama mereka yang butuh bantuana�� saya rencana kalau saya sudah enakana�� saya mau ke KW.. saya sudah siapkan kursi roda, dan oksigena��

PA� A�A�A�A�A� : Waha�� ya bu.. kita berdoa supaya ibu bisa kuat dan bisa ikut persekutuan.

LA�A�A�A�A�A� : Yaa�� saya maua��

 

wpid-img-20160422-wa0007.jpg

Kita hidup dalam dunia yang tidak sempurna. Ada begitu banyak hal buruk yangA�juga dapat menerpaA�kehidupan anak-anak Tuhan. Namun, jika kita mau membuka mata, maka sesungguhnya kita akan dapat melihat tangan penyertaan Tuhan lewat sesama. Berkat Tuhan tidaklah selalu berupa kelimpahan materi. Pertolongan Tuhan tidaklah selalu berwujud mujizat kesembuhan. Namun kasih dan penyertaan Tuhan dapat juga berupa kekuatan yang memampukan kita melewati semua badai kehidupan. Kasih Tuhan juga dapat terwujud dalam kasih sesama dan keluarga kita. Di saat itulah kita tahu bahwa kita tidak pernah sendirian dalam menghadapi kerasnya badai kehidupan.

 

Tuhan tidak pernah menciptakan kita untuk diri kita sendiri. Hidup ini akan menjadi berarti ketika kita mau memberikan diri bagi orang lain yang membutuhkan. Waktu dan perhatian yang kita curahkan pada mereka yang sedang bergumul, adalah sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. Ya, tidak ada hal yang lebih indah di dunia ini selain perasaan dikasihi. Dan ketika kita melakukannya dengan mata yang tertuju pada Tuhan, kita telah menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk mereka. Maukah kita memberikan diri menjadi saluran berkat agar mereka merasakan kasih Tuhan ?

 

Akhirnya, Tuhan punya rencana indah untuk hamba-Nya ini. Ibu Lie Lih Tjen dipanggil pulang ke rumah bapa di Sorga pada tanggal 12 April 2016 meninggalkan suami dan dua anak yang sangat dikasihi dan mengasihinya. Ia sudah menyelesaikan tugasnya sampai akhir. Ia sudah tidak lagi menderita kesakitan fisik tetapi telah dibebaskan Tuhan untuk selamanya. Selamat jalan Bu Lie Tjena�� kembali ke Rumah bapa yang kekal, dimana tidak ada air mata,A� tangisan dan kesakitan lagi. Sampai akhir pastilah tetap ia dapat berseru a�?Akulah wanita yang diberkati Tuhan.a�?

 

A�

Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah, tetapi kalau kita saling mengasihi, Allah bersatu dengan kita dan kasih-Nya menjadi sempurna dalam diri kita.a�� – 1Yoh 4:12A�