ditulis oleh Liefian Sumantri

Terkadang, ketika kita mendengar kabar buruk yang menimpa keluarga kita atau kita, salah satu kalimat yang selalu terngiang-ngiang di kepala kita adalah a�?Why, God?a�?
Itulah yang saya alami ketika mendengar diagnosa dokter yang menyatakan bahwa Cici tersayang terkena kanker paru yang sudah menyebar sampai ke otak. Sedih sekali rasanya saat mendengar kabar tersebut. Papa yang masih terbaring sakit karena kanker darah, lalu kenapa Cici yang paling baik yang sudah merawat papa juga terkena kanker juga. Hidupnya sudah menderita tapi kenapa penyakit ganas menimpanya?

Tetapi pada akhirnya saya mengerti bahwa rencana Tuhan jauh melebihi apa yang kita bayangkan. Di saat Cici terbaring di rumah sakit, Papa berusaha untuk menjenguknya. Di ruang ICU tersebut, Papa menyatakan imannya pada Yesus. Dia mengatakan kepada cici untuk percaya kepada Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus telah menyembuhkan dirinya. Iman papa sungguh luar biasa. Hanya perkataan itulah yang terus menguatkan dan menghibur Cici saya.

Papa kalau ditanya, “Apakah mau percaya Tuhan Yesus?” dia selalu tidak mau menjawab. Kita sebagai anak-anaknya takut jikalau papa pada akhirnya tidak terima Yesus. Bagi kami ini adalah hal yang teramat penting. Kami percaya bahwa hanya dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat sajalah, maka kita dapat diselamatkan. Hidup yang kekal di surga diberikan kepada kita sebagai anugerah karena Kristus telah mati menggantikan kita menerima hukuman atas semua dosa yang pernah kita perbuat.

Namun ketika tiba-tiba Tuhan panggil Papa pulang ke rumah yang kekal, kami sangat terpukul dan sedih. Kami bahkan sempat bertanya-tanya pada Tuhan a�?Apakah Papa sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat?” Tetapi di saat kami bertanya-tanya itulah, Tuhan mengingatkan kami akan kejadian sewaktu di rumah sakit ketika Papa menjenguk Cici di ruang ICU. Pada saat itulah kami menyadari akan pernyataan imannya. Ya, Papa telah percaya pada Tuhan Yesus.
Tuhan telah membuka mata kami, untuk melihat dibalik semua kesedihan dan duka kami, ada sesuatu yang indah yaitu bahwa a�?Papa telah percaya pada Tuhan Yesusa�?. Terima kasih,Tuhan. Walaupun Papa tidak disembuhkan dari sakit kankernya, namun jiwanya telah diselamatkan dan dosanya telah diampuni. Itulah yang teramat penting. Karena hidup kita di dunia hanyalah sementara sedangkan Kehidupan yang kekal adalah untuk selama-lamanya.

Puji Tuhan, kondisi badan Cici perlahan- lahan mulai stabil. Melalui semua kejadian ini, kondisi keluarganya pun mulai dipulihkan. Rencana Tuhan tak terselami, kita hanya bisa percaya dan patuh pada-Nya (Trust and Obey). Amin

images

 

Karena begitu besar kasih  Allah akan dunia ini  , sehingga Ia telah mengaruniakan   Anak-Nya   yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya   kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.