Halo semua, gimana nih liburannya? Pasti seru ya merayakan Natal bersama keluarga dan teman. Tapi, kalian tetap menyediakan waktu datang A�ke Gereja saat perayaan Natal, kan? Bagus! Bagus! Buat kamu-kamu yang terpaksa datang ke gereja lain karena berada di luar kota, saya mau kasih liputan nih, tentang Ibadah Youth Christmas yang diadakan di GKY Sunter pada 18 Desember lalu.
Jika biasanya perayaan Natal didominasi dengan suasana meriah dan ceria, kali ini Youth Christmas menyajikan sesuatu yang berbeda. Pada saat memasuki ruangan ibadah, kita akan merasakan suasana yang khusyuk sekali. Dengan latar belakang yang dibuat gelap, dan banyak diletakkan lilin-lilin kecil serta lampu-lampu redup, membuat kita serasa berada di bawah langit berbintang. Tenang dan khusyuk.

a�?All is Brighta�?

Begitulah para panitia Youth Christmas membawa tema acara ini. Suasananya seperti 2000 tahun silam, saat Yesus lahir ke dunia, di bawah taburan bintang di malam hari. Dia-lah bintang yang paling terang yang telah datang untuk menyelamatkan kita.

Acarapun bergulir dari penyalaan lilin oleh Gembala Sidang diikuti pertunjukan drama dan lagu pujian Natal saling bergantian membawa pesan-pesan indah bagi setiap jemaat. Sebagai pemuda Kristen, mungkin kita pernah memutuskan hal yang benar. Mungkin juga sebaliknya, kita pernah memutuskan hal yang salah dan menyimpang. Namun kita diingatkan, bahwa yang terbaik adalah mengikuti jalan Tuhan, dan segala sesuatu akan ditambahkan pada kita.
Malam itu, adalah malam Natal yang penuh refleksi bagi para jemaat, juga bagi saya. Apalagi di saat Firman Tuhan oleh GI. Anky Hitro dibawakan. Melalui nas Alkitab di Yohanes 9: 1-7, tentang seorang buta sejak lahir, dan para murid menanyakan Yesus satu pertanyaan yang menarik.

a�?Salah siapa?a�?

Ia yang telah buta sejak lahir, salah siapa? Apakah salahnya, atau orang tuanya. Sama dengan anak-anak di jaman sekarang ini, yang tidak mendapatkan hidup sebaik anak-anak lainnya. Apakah mereka hanyalah seorang bayi yang sial saat lahir karena ditinggalkan orang tua mereka. Apakah mereka menanggung kesalahan orang tuanya jika ia harus hidup dengan tubuh yang cacat? Jika kita adalah salah satu dari anak-anak itu, salah siapakah kita memiliki hidup seperti ini? Salah orang tua kita ataukah salah kita?

Tahukah kamu apa yang jawaban Tuhan Yesus?

a�? Karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam diaa�?

GI. Anky mencoba menjelaskan pada kita, bahwa Yesus mengerti sebuah kesalahan yang terjadi. Bukan permasalahan tentang salah siapa hingga orang ini buta sejak lahir. Namun, yang salah adalah pertanyaan para murid. Mereka masih memikirkan kejadian ini menggunakan persepsi manusia, dimana kesialan datang bagi mereka yang berdosa. Yesus, justru melihat setiap kejadian dari sudut pandang Tuhan, bahwa segala sesuatu diciptakan baik adanya, demi rencana Tuhan, demi kemuliaan Tuhan.

Dosa kita telah diampuni. Walaupun kita melakukan dosa, hal itu tidak dapat menggagalkan rencana Tuhan. Tuhan mengampuni kita, dan Tuhan memampukan kita untuk melakukan kehandak-Nya.

All is Bright. Ketika mata orang ini dibutakan sejak lahir, Yesus datang menjadi terangnya, juga terang bagi Dunia.

a�?Go! And sin no morea�?

Dosa kita telah diampuni, dan kita telah ditunjuk untuk mewakili Kristus menjadi terang dunia. Terang Tuhan akan dinyatakan dalam hidupku dan hidupmu.

a�?Jadilah teranga�?

by. Olivia