oleh Pdt. Andreas Himawan

Yohanes 15:1, 18-27 (TB)  “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.

Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.

Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka!

Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.

Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku.

Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

 

wpid-20170525_095916.jpg

Ketika Yesus naik ke sorga, Dia tidak meninggalkan dunia ini tanpa kesaksian, itu sebabnya Dia berikan Roh-Nya dan Tubuh-Nya ada di dunia. Roh-Nya adalah Roh Kudus. Tubuh-Nya adalah gereja, kita semua.

Kita adalah saksi Kristus. Membuat orang kenal dan datang pada Yesus adalah tugas dari Roh dan tubuh-Nya di tengah-tengah dunia. Dunia yang membenci Allah dan pengikut Yesus. Yesus menjadikan kita sebagai saksi-Nya bagi dunia yang membenci Yesus.

Kalau ada orang yang menolak kesaksian kita itu wajar. Karena dunia membenci Yesus itu adalah alasan kenapa kita harus bersaksi. Mereka melawan Yesus karena tidak mengenal Allah.  Untuk itulah kita harus mengenalkan Yesus kepada mereka.

Orang yang membenci Allah adalah seperti orang yang meninju api. Dia tidak melukai api tetapi dia akan terbakar sendiri. Tugas kita adalah membawa mereka keluar dari kebencian itu agar mereka selamat.

Dunia membenci Allah, namun Allah mengasihi dunia ini. Itulah sebabnya ketika Yesus naik ke sorga, Dia meninggalkan Roh dan tubuh-Nya di dalam dunia agar mereka dapat mengenal Allah.
Kita memang adalah tubuh Kristus, namun tidak berarti bahwa kita itu hebat. Kita ini sebenarnya penakut dan pemalas. Kita lebih suka mengurusi kepentingan kita. Itu sebabnya Roh Kudus dikatakan  sebagai penolong agar kita berani bersaksi. Allah memerlukan mulut kita untuk memberitakan tentang Dia karena kita adalah tubuhNya, organ tubuh-Nya.

Kisah Para Rasul 1:8 (TB)  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Seandainya ada berita penting tapi tidak pernah sampai ke kita, bagaimana perasaan kita? Misal berita kedukaan di rumah kita. Atau misalnya kita menang undian mobil Alphad yang harus diambil dalam sepuluh hari. Namun kita baru tahu di hari ke-9. Bagaimana perasaan kita?

Sering kali kita berlambat-lambat menunda untuk memberitakan Injil. Ada berapa banyak orang yang meninggal di sekitar kita dan kita belum pernah memberitakan Injil?

Banyak hal yang bisa lakukan. Kita bisa membagikan traktat, atau hanya mengatakan,”Percayalah pada Tuhan Yesus”. Kita juga bisa berdoa bagi teman atau saudara yang belum kenal Tuhan sekalipun mereka ada di tempat yang jauh. Ingatlah bahwa satu orang bertobat maka seisi sorga akan bersorak sorai.

Menara Washington di dirikan sejak lama dan begitu megah. Namun ada yang menuliskan

“Siapapun yang menjadi alat Allah untuk membawa satu jiwa bertobat, dia membangun satu monumen dalam ingatannya yang jauh lebih megah dan kekal dibandingkan dengan monumen ini.”

Kita adalah tubuh Kristus. Sudahkah kita menjadi saksi-Nya bagi dunia ini?