Pdt. Jimmy Lucas

Kejadian 2:8-9 (TB)  Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat

Di dalam Alkitab, ada banyak hal  dalam kehidupan kita yang tidak diterangkan boleh apa engga, seperti tentang boleh ga orang Kristen ikut hipnoterapi, boleh ga bayi ga bisa makan dikasih gadget, dll. Namun dasar-dasar etika dan filosfi ada di Alkitab. 

Pernahkah kita berpikir mengapa Tuhan menciptakan alam semesta sebelum manusia? Jika manusia diciptakan terlebih dahulu, manusia mau berpijak di mana? Makan apa? Alam semesta diciptakan Allah untuk kebaikan manusia. Allah menciptakan manusia di Taman Eden untuk menikmati Taman Eden. Ada banyak buah yang baik bagi manusia untuk dinikmati. Manusia juga diminta untuk mengelola Taman Eden untuk hormat kemuliaan Allah. 

Tuhan juga memberikan larangan untuk memakan buah pengetahuan baik dan jahat. 

Jadi intinya:

1. Segala sesuatu diciptakan untuk kebaikan manusia.

2. Kita bisa menikmati untuk kebaikan hidup kita.

3. Kita harus mengelola untuk kemuliaan Allah.

4. Jangan melanggar apa yang Tuhan larang. 

PRINSIP ALKITAB

A. Tidak boleh diperhamba oleh apapun (1 Kor 6:12). Makanan dan seks adalah kebutuhan manusia, tetapi kita tidak boleh diperhamba. Sama seperti teknologi. Ada orang yang handphone sampai tidak makan, tidak tidur, tidak menjalankan tugas sekolah. 

B  Berguna dan Membangun (1 Kor 10:23)

Handpone bisa membangun kita jika kita pakai untuk saat teduh. Tetapi bisa tidak membangun kalau dipakai untuk chating saat mendengar kotbah. 

C. Jangan merugikan orang lain (1 Kor 10:24)

Jangan memakai HP untuk meminta foto yang asusila dari pacar, atau berita buruk yang diunggah di medsos akan membuat keluarga yang bersangkutan terus mengenang tragedi itu. 
DAMPAK NEGATIF

1. Terisolir. Saat makan keluarga semua pegang gadget. Banyak orang yang hanya memindahkan gadget time dalam family time. Banyak keluarga yang pada akhirnya menjadi asing dengan keluarganya sendiri. 

2. Ego sentris. Sibuk dengan dunianya sendiri.

3. Kehilangan Empati. Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan kasus wanita yang nyaris tak berbusana beli obat di apotik. Mengapa orang yang melihat bukannya dibantuin ditutup pakai jaket, malah direkam di video. Inilah orang yang kurang empati. 

4. Hilangnya Batas Maya. Anak kecil nonton spiderman berpikir bahwa dirinya spiderman ingin lompat dari jendela. 

5. Terekspos pada Hal yang Negatif, seperti pornografi.  Banyak anak kecil yang tidak sengaja klik pornografi saat mencari tugas sekolah. Akhirnya dia menjadi ketagihan. 

Menggunakan Teknologi dengan Bijak

  • Apa gunanya? Punya gadget gunanya untuk apa? Komunikasi. Saat kita beli HP jenis terbaru bertanyalah apakah kita butuh fitur sebanyak itu? Ada orang yang beli gadget terbaru hanya agar bisa percaya diri. Jangan pernah menggantungkan harga diri pada gadget, baju atau apapun. Karena jika itu hilang harga diri kita juga hancur. Kita harus belajar pada bangga pada diri sendiri bukan dari apa yang kita miliki. 
  • Penggunakan bertujuan (apa tujuanmu? Apakah itu layak/setimpal?) Jika kita beli gadget baru apakah kita mendapatkan manfaat maksimal dari gadget itu? 
  • Bagaimana saya diuntungkan. Ada orang yang sekolah di Havard, tetapi mendapatkan pendapatan dari Indonesia. Dia membuat situs web yang menghubungkan toko pakaian bibinya dengan toko online lainnya. Dia mendapatkan keuntungan 20 juta. Coba hitung kalau kita kerja dengan hitungan jam, maka ketika bermain games lama, berapa banyak uang yang kita hamburkan dengan menghabiskan waktu itu?
  • Bagaimana saya membantu? Ada orang yang kesusahan, sakit tidak ada biaya, kita bisa mengumpulkan dana. Atau kita bisa promosikan makanan di pinggir jalan yang enak namun sepi untuk membantu perekonomian dia. 
  • Bagaimana saya memuliakan Allah? Pikirkan bagaimana dengan gadget, kita menguatkan orang lain.