by. Pdt. Riand Yovindra

https://i2.wp.com/kristushidup.org/wphidup/wp-content/uploads/2014/10/belajar-dari-jusuf.jpeg

Ketika Seorang Anak Kesayangan Menjadi Budak

Yusuf tiba di Mesir, sesuai dengan rencana Tuhan dan dia bekerja di Rumah Potifar bisa jadi menjadi tempat yang tidak membahagiakan bagi Yusuf.A� Semuanya bisa menjadi serba terbatas.A� Di rumah ayahnya, tentu Yusuf bebas beraktivitas tetapi tidak demikian di rumah Potifar.A� Di rumah ayahnya, Yusuf adalah anak yang tidak harus bekerja tetapi di rumah Potifar dia adalah budak yang harus bekerja.A� Tetapi apa yang dapat membuat Yusuf menderita ternyata diputar balikan oleh Tuhan.A� Tuhan menyertai Yusuf dan membuat apa yang dikerjakannya berhasil dan dia mendapat kepercayaan dan kasih dari tuannya.A� Hasilnya, dari seorang budak biasa menjadi budak yang memiliki kuasa atas rumah Potifar.

 

Masa depan Yusuf di rumah Potifar tetaplah seorang budak tetapi kebutuhan hidupnya pastilah terjamin sebab dia berkuasa penuh atas rumah dan segala milik Potifar. A�Minimal Yusuf hidup jauh dari rasa iri dan benci dari kakak-kakaknya.A� Tapi apakah kondisi yang enak ini sudah sesuai dengan tujuan Tuhan? Belum.A� Tuhan belum selesai dengan Yusuf.A� Yusuf memang sudah tiba di Mesir, tetapi rumah Potifar bukanlah tujuan akhir dari rencana Allah.A� Itu sebabnya Tuhan menggocangkan comfort zone-nya Yusuf sekali lagi.

 

Tuhan menggocangkan kehidupan Yusuf yang sudah nyaman tersebut lewat berahi dari istri Potifar.A� Dia menggoda Yusuf untuk melakukan dosa seksual.A� Dan sebagai manusia biasa yang bukan super kuat pastilah Yusuf mengalami pergulatan batin menghadapi godaan yang menggiurkan ini.A� Ini bukanlah godaan biasa tetapi godaan yang menghadirkan kesulitan tingkat tinggi bagi Yusuf.

http://gbitanjungduren.com/wp-content/themes/GBI%20Template/images/posts/youth-april2017-2.jpg

http://gbitanjungduren.com/wp-content/themes/GBI%20Template/images/posts/youth-april2017-2.jpg

Pertama, Yusuf adalah seorang pria yang masih muda.A� Tentu bukan perkara mudah untuk melawan godaan seksual yang mengkonfrontirnya secara terbuka.A� Godaan untuk mengatakan “tidak ada salahnya mencoba sekali” tentu sangat besar. Terlebih, Yusuf punya kesempatan untuk melakukannya.A� Bukan hanya kondisi rumah sedang sepi tetapi dia punya kuasa atas rumah itu.A� Jadi, di atas kertas pemufakatan jahat bersama nyonya rumah, sang penguasa kedua di rumah tersebut pastilah dilaksakan secara rapi dan senyap.A� Bayangkan, dua orang yang punya kuasa yang besar bersatu atas dasar tujuan yang sama dan suka sama suka alias menguntungkan kedua belah pihak.A� Sebuah kekuatan yang sulit untuk dikalahkan.

Kesulitan kedua yang dialami Yusuf adalahA� sifat godaan seksual itu sendiri.A� Firman Tuhan mencatat bahwa godaan seksual itu seperti bibir yang licin yang akan menjerat orang muda dengan kuatnya.A� Orang muda yang terjerat itu akan seperti lembu atau orang bodoh yang digiring masuk kedalam pembantaian (Amsal 7:21-23).

Dan kesulitan yang ketiga adalah godaan ini mengandung resiko yang yang berat.A� Bila Yusuf menolak maka malapetakalah yang harus dia hadapi karena harus berhadapan head to head dengan orang yang berkuasa.A� Resiko yang harus kita tanggung ketika bermasalah dengan orang yang berkuasa sangatlah besar.A� Kita bisa kehilangan banyak hal.A� Hidup kita akan dibuat tidak nyaman.A� Dan yang pasti kita akan sulit melawannya walaupun kita ini benar.

 

Apa Keputusanmu?

Keputusan apa yang harus kita ambil bila kita ada dalam posisi Yusuf? Kompromikah? Alkitab mencatat bahwa Yusuf pada akhirnya memilih untuk takut akan Tuhan.A� Bagi Yusuf kompromi dengan dosa adalah kejahatan di mata Tuhan.A� Dan resikopun di ambil Yusuf.A� Yusuf pada akhirnya kehilangan jabatan, fasilitas dan segala kenyamanannya di rumah Potifar. Lalu penjaralah yang akhirnya menjadi pelabuhan berikutnya dalam hidup Yusuf.A� Apakah penjara adalah kisah akhir hidup Yusuf? Tentu bukan.A� Tuhan belum selesai dengan hidup Yusuf.

Penjara di mata Allah

Bagi sebagian orang penjara adalah tempat yang rendah.A� Penjara identik dengan hukuman bagi orang-orang yang berbuat kesalahan.A� Penjara bukanlah tempat yang ideal untuk seseorang bertumbuh, tetapi ditempat ini pun ternyata Tuhan tetap bekerja.A� Penyertaan Tuhan kepada Yusuf adalah buktinya.A� Tuhan membuat Yusuf menjadi tawanan kesayangan kepala penjara bahkan penjaralah yang pada akhirnya membawa Yusuf ke istana Firaun.

Masuk kedalam penjara adalah sebuah langkah mundur atau menurun. Tetapi di tangan Allah, masuknya Yusuf kedalam penjara bukanlah langkah mundur ataupun menurun melainkan langkah maju.A� Penjara dalam hidup Yusuf ibarat skripsi sebelum lulus.A� Langkah akhir sebelum masuk ke istana Firaun.

 

KESIMPULAN

Ketika Tuhan memiliki rencana maka Dia akan menyelesaikan rencana-Nya tersebut.A� Tetapi sifat rencana Tuhan adalah misteri.A� Kita tidak bisa menebak kemana langkahnya. Rencana Tuhan bukanlah permainan catur dimana kita bisa menentukan dan memikirkan beberapa langkah kedepan.A� Di dalam rencana Tuhan ada kalanya kita dibawa A�ke rumput yang hijau tapi ada kalanya kita dibawa A�ke lembah kekelaman.A� Ada kalanya naik, Ada kalanya turun.A� Ada kalanya lurus, ada kalanya belok.A� Tidak bisa diduga sama sekali. A�Jalan rencana Tuhan tidak bisa ditebak.A� Kita hanya bisa menebak jalan akhirnya saja yaitu rencana Tuhan pasti terwujud dan berhasil.A� Entah itu naik atau turun, lurus atau belok semuanya tetap langkah maju menuju terwujudnya rencana tersebut.

 

Bila kita bertanya, “Kenapa Tuhan memakai cara yang seperti itu?”.A� Kitapun tidak bisa menjawabnya karena di situlah letak kedaulatan dan kemaha-kuasaan Tuhan.A� Dan dalam posisi seperti ini maka imanlah yang seharusnya bermain bukan logika atau hitungan matematis.

Lighthousefellowship