Pdt. Timotius Fu

Kisah Para Rasul 4:32-35 (TB) Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

20170730_174800

Setiap kita dalam hidup mempunyai misi untuk masuk ke dalam masyarakat untuk mewartakan keselamatan dan damai Yesus Kristus. Itulah gereja yang berdampak.

Gereja mula-mula membawa dampak dengan dua cara:

1. Ke dalam. Mereka mempraktekan kasih sorgawi. Mereka sungguh-sungguh saling mengasihi

Pada saat itu jumlah orang percaya semakin banyak. Awalnya jumlah mereka hanya 120 orang. Setelah Petrus berkotbah jumlah jemaat menjadi 3000 orang.

Mereka saling membagikan apa yang mereka punya. Ini bukan komunis. Kalau komunis mereka dipaksa untuk menyerahkan harta yang dimiliki. Tetapi jemaat mula-mula dengan sukacita membantu jemaat yang membutuhkan.

Gereja menggalakkan gerakan 3-1, yaitu dalam sehari melakukan tiga kebaikan kepada orang di sekitar kita. Tidak perlu melakukan hal yang spektakuler. Cukup dengan hal yang sederhana, seperti menyapa orang yang ada di samping kita dalam ibadah. Mari kita belajar untuk memberi perhatian dan membuka diri untuk diperhatikan.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, seperti:

A. Kebaikan sosial.

Kita bisa perhatian dan tawarkan bantuan. Tanya kondisi keluarganya. Mungkin dia mengalami kesulitan dalam kehidupan seperti masalah dalam pekerjaan, atau anaknya bermasalah. Ulurkan tangan.

B. Kebaikan rohani. Kita bisa mendoakan mereka

C. Kebaikan materi. Kita bisa memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Gereja adalah mereka yang kaya menanggung mereka yang miskin.

Orang mengenal gereja bukan dari doktrin-doktrin yang sulit, tetapi dari kasih yang dipancarkan oleh gereja.

2. Ke luar, Mereka mempraktekan kuasa sorgawi. Kehidupan mereka berbda dengan masyarakat pada umumnya.

Jemaat mula-mula mengalami penganiayaan. Mereka disiksa dan diusir dari keluarga. Namun jemaat tidak makin hilang, justru semakin bertambah. Apa rahasianya?

Para Rasul menunjukan kehidupan yang berbeda dengan orang pada umumnya. Mereka bukan orang terpelajar, tetapi sekarang mereka berbeda.

Bagaimana dengan kita? Semakin lama kita ke gereja, seharusnya hidup kita semakin lebih baik. Kita harus memiliki kesaksian dimanapun kita berada. Jika kita tidak memiliki kesaksian yang baik, jangan berharap orang bisa mau percaya.

Banyak orang yang tidak mau ke gereja justru karena melihat orang kesaksian yang buruk dari orang Kristen.

Bagaimana kita bisa mengatakan Yesus itu penuh kasih, tetapi jika kita penuh kebencian. Bagaimana kita bisa bilang Allah penuh kuasa, tetapi jika hidup kita tidak berubah menjadi lebih baik?

Ingatlah bahwa kita adalah misionaris di manapun kita berada. Apapun pekerjaan kita, milikilah misi dan tunjukan sikap hidup yang berbeda. Bertekadlah tidak mempermalukan nama Tuhan, melainkan memuliakan nama Tuhan.