Bacaan: 1 Samuel 24:5-23

Bagaimana kemampuan seorang pribadi untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan menunjukan kualias penyembahan dia kepada Allah.

Daud bisa membatalkan niat untuk membunuh saul, ketika Saul ingin membunuh Saul.

Daud bisa saja membunuh Saul dan tidak ada yang menyalahkan dia, tetapi Daud tidak bisa melawan hati nuraninya. Daud adalah anak bungsu yang dilecehkan oleh keluarganya sendiri dan budayanya. Ketika Allah memilih Daud lewat samuel dikatakan Allah adalah Allah yang adil. Anak sulung akan mewarisi kekayaan double. Tetapi orang yang diremehkan justru dipakai Allah untuk menggenapi rencana-Nya.

Manusia berdosa akan selalu merasa sok tahu bagaimana mencari solusi untuk masalah dosa. Hanya hati nurani yang diterangi Roh Allah

1. Menerima realita bahwa kita manusia berdosa

2. Menyadari kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri

3. Kita sadar hanya Yesus yang dapat menyelamatkan kita dari dosa.

Urapan Roh Allah mengajarkan kita segala sesuatu, tetapi kita harus tetap tinggal di dalam Allah agar kita dapat sinkron dengan isi hati Allah. Itu sebabnya Daud memiliki hati nurani yang peka dengan isi hati Allah.

1. Miliki sahabat Rohani, seperti Daud memiliki Yonathan. Sahabat rohani akan mendorong kita tetap kuat di dalam Tuhan. Jangan-jangan kita mandeg rohaninya karena kita tidak punya sahabat rohani yang bisa mengingatkan kita.

2. Sediakan waktu dan ruang untuk bergaul dwngan allah

Tanpa kita sadari, gadget yang harusnya menjadi alat komunikasi malah menjadi pengahlang kitabuntuk dekat dengan keluarga kita, juga ke Tuhan. Bukan hanya gadget, tapi juga pekerjaan, reputasi dan sebagainya busa juga menjadi penghalang. Kita harus beri ruang dan waktu untuj mendengarkan suara Tuhan.

Daud bisa membedakan suara Tuhan dengan suara manusia karena dia pernah ada di padang gurun, dia dikondisikan di oadang padang gurun. Kita harus memberikan ruang dan waktu untuk mendengarkan suara Tuhan. Jangan sampai kita dikondisikan di padang gurin hidup. Kadang itu bukti Tuhan sayang kita untuk mengajarkan kita peka mendengatkan suara Tuhan.

2. Menjadikan dia tahu diri. Daud bilang “Siapakah saya sehingga Raja Israel mengejar-ngejar saya? Saya hanya kutu anjing” waktuvDaud jadi raja, dia lupa diri sehingga dia berzinah dengan Batsheba.

3. Terbukti ketika Daud menyerahkan penghakiman kepada Tuhan. Dia tidak menuntuk hak untuj menjadi hakim atas Saul. Kita mengampuni, dan menyerahkan semua kepada tuhan. Itulah bukti kualitas penyembahan kita. Jika kita dibelenggu dengan dendam dan plkepahiyan, lepaskanlah pengampunan.