Bacaan Alkitab hari ini : Yunus 1-2

Yunus adalah nabi yang sangat membingungkan. Saat para awak kapal yang panik dan ketakutan menanyainya, Yunus berkata–dengan wibawa seorang Nabi Allah–bahwa ia adalah seorang Ibrani yang takut kepada Tuhan Allah yang empunya langit, lautan, dan daratan (1:9). Betapa dahsyatnya Allah yang Yunus kenal dan takuti ini! Namun, tindakan Yunus berbicara lain. Ia sama sekali tidak takut menolak Allah, dan dia mengira bahwa dia bisa melarikan diri dari Sang Pencipta langit, bumi dan lautan, dengan “turun” ke Yafo, lalu “turun” ke sebuah kapal, kemudian “turun” ke ruang kapal paling bawah. Semua ini Yunus lakukan agar dia “jauh dari hadapan Tuhan” (1:3). Saat semua perbuatannya ketahuan, ia mengizinkan para awak kapal menjatuhkan Yunus untuk makin “turun” (ke dalam air). Akhirnya, Tuhan “menangkap” Yunus ke dalam perut ikan untuk dibawa “turun” ke kedalam lautan yang gelap pekat (2:5-6). Inilah gambaran hidup manusia yang berniat menjauh dari hadirat Tuhan: Bukan kesukaan yang ia peroleh, melainkan kondisi jiwa yang makin lama makin “turun”, hingga akhirnya ia mengalami kegelapan jiwa. Dari kitab Yunus, kita menemukan bahwa penyebabnya bermula dari ketidakkonsistenan antara keyakinan dengan kelakuan.

Bila Anda tahu jelas mana yang Tuhan berkenan dan mana yang Tuhan benci, apakah Anda selalu melakukan apa yang berkenan di hati Tuhan? Kedegilan dan kelemahan kita bisa membuat kita justru melakukan apa yang mendukakan hati Tuhan. Kerohanian yang makin “turun”, emosi yang tak terkendali, serta kasih yang hilang merupakan tanda awas! Jangan sampai Anda jatuh ke dalam kegelapan jiwa! Segeralah kembali kepada Allah! [PHJ]

 

“Karena Engkaulah yang membuat pelitaku ber cahaya;
TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.”
Mazmur 18:29