Pdt Yohanes Adrie

Yohanes 1:1-9

Natal identik dengan lilin dan lampu, karena Yesus adalah terang yang datang ke dunia.

Ada 3 fungsi terang:

1. Menerangi kegelapan.

Hanya ketika terang itu hadir, maka kegelapan itu hilan. Kegelapan itu diindentikan dengan dosa dan kejahatan. Terang itu datang untuk menjadi pembeda antara kebaikan dan kejahatan. Terang itu menyingkapkan segala sesuatu, termasuk hal-hal yang tersembunyi.

2. Terang itu memberikan tuntunan.

Orang yang berjalan dalam kegelapan tidak tahu kemana akan pergi. Jika orang berjalan dalam gelap, kakinya akan terantuk. Banyak orang yang jatuh dalam dosa karena tidak tahu harus cari kebahagiaan dimana, tidak tahu bangaimana harus menyelesaikan dosa.

3. Terang menyingkirkan kekacauan (chaos).

Kitab Yohanes 1 dihubungkan dengan kejadian 1. Awalnya bumi belum bertentuk (chaos) maka Allah menciptakan terang. Banyak orang dalam hidupnya kacau. Dan itu menimbulkan keputusasaan. Manusia hidup dalam kekacauan tapi tidak bisa menyingkirkan. Yesus hadir untuk mengubah keadaan yang kacau itu menjadi baik.

Yohanes 3:19-21 (TB) Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

1. Manusia lebih menyukai kegelapan.

Ketika terang datang manusia menolaknya karena tidak mau diganggu dari dosa yang memberikan mereka kenyamanan. Mereka tidak mau hidup dalam kebenaran dan lebih menyukai kenyamanan.

2. Mereka tidak mau perbuatan jahat mereka diekspos.

Semakin dekat orang dekat pada terang, makin terlihat jelas dosanya. Ini adalah sesuatu yang tidak nyaman. Itu sebabnya mereka mengindari terang.

3. Orang yang mau datang pada terang dan melakukan kebenaran di dalam terang.

Diawali dengan relasi dan diikuti dengan perbuatan.

Saat kita membaca Firman, mungkin rasanya tidak nyaman karena semua yang buruk dalam hati kita dibongkar. Tetapi itulah yang akan mengubah hati kita.

Sering kali kita berpikir bahwa ketika aku tahu Alkitab lebih dalam dan menganggap bahwa kerohanian kita lebih baik dari orang lain. Kita sering kali lupa bahwa kita butuh relasi yang baik dengan Allah.

Kerohanian kita tidak diukur dari seberapa dalam kita mengerti Firman Tuhan dan seberapa sukses pelayanan kita.

Kita tetap orang yang harus bertumbuh dalam relasi dengan Kristus. Kita tetap adalah orang berdosa yang menerima anugrah Allah.

Ketika kita mengatakan bahwa kita mencintai Yesus, maka seharusnya kita mau dekat dengan Dia. Mengasihi Kristus berarti mencintai Kristus dalam seluruh keberadaan-Nya sebagai terang.

Semakin dekat kita dengan terang, semakin kita menyadari bahwa kita adalah orang berdosa.

Terkadang kita lebih menyukai kegelapan daripada terang, karena kita tidak mau dibongkar dosanya. Kita menutupinya dengan pelayanan. Kita ingin orang lain melihat kita baik. Inilah sisi gelap dari pelayanan, menjadi topeng untuk menutupi keberdosaan kita.

We usually more like doing something for God than being with God.