by. Pdt. Jimmy Lucas

Yohanes 1:1-3 (TB) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Ada perbedaan antara percaya Allah dengan mempercayakan diri kepada Allah. Percaya kepada Allah seringkali hanyalah berdasarkan pengetahuan kognitif, tetapi mempercayakan diri kepada Allah adalah tindakan iman untuk menyerahkan hidup dalam tangan Allah.

Tidak percaya Allah adalah dosa, secara praktis adalah dosa juga jika kita tidak mempercayakan diri pada Allah.

Bukti bahwa Yesus adalah Allah:

1. Firman sudah ada dari permulaan.

Alkitab mencatat “arche” untuk “pada permulaan” Hanya Allah yang sudah ada dari permulaan.

2. Ia bersama-sama dengan Allah.

Dia equal namun tidak sama dengan Allah. Yesus Kristus sejajar dengan Allah, ia adalah Allah Tritunggal

3. Firman itu memiliki kompetensi yang sama dengan Allah.

Jika Allah bisa menciptakan maka Firman juga menciptakan. Yesus juga turut menciptakan segala sesuatu yang tidak kita lihat maupun yang kita lihat.

Sebagai seorang pencipta, Dia sanggup memberikan anak dari pasangan yang lanjut usia yaitu Zakharia dan Elisabeth. Sebagai pencipta, Dia juga sanggup membuat seorang perawan mengandung. Dia mengerjakan apa yang mustahil bagi manusia.

Ketika kita tahu bahwa Allah adalah Allah yang Mahakuasa, masalahnya apakah Dia akan melakukan sesuatu untuk kita?

Berita Natal adalah immanuel, Allah beserta kita. He will be there for you and me.

https://www.aaronsnowberger.com/wp-content/uploads/2015/03/christmas-2014-immanuel.jpg

https://www.aaronsnowberger.com/wp-content/uploads/2015/03/christmas-2014-immanuel.jpg

Orang sering kali berpikir kita tahu apa yang kita inginkan di hidup ini, padahal tidak. Apa yang kita pikir adalah baik, belum tentu baik. Kita hanya bisa memperkirakan apa yang akan terjadi. Namun ada banyak hal yang tidak kita ketahui. Tidak ada yang pasti di dalam hidup ini. Yang pasti adalah ketidakpastian. Dalam hal inilah satu-satunya yang kita butuhkan adalah ALLAH.

Ada kalanya kita menghadapi masalah besar. Saat itu rasanya kita berhadapan dengan tembok besar ketika berdoa. Meski kita telah berdoa, namun keadaan malah semakin memburuk. Pada saat itu, orang terdekat kitapun tidak dapat menyelami perasaan dan penderitaan kita. Tak ada seorangpun yang ingin sendirian menghadapi penderitaan. Pada saat itu apakah yang harus kita lakukan?

Entah Allah menjawab doa atau tidak, saya akan tetap berdoa. Karena itu haknya Allah mau menjawab atau tidak. Dan adalah kewajiban saya untuk tetap berdoa. Allah pencipta langit dan bumi ada di sana untuk saya. Itulah immanuel. Kita tidak menghadapi penderitaan sendirian.

Kita tetap harus melakukan apa yang terbaik yang dapat kita lakukan dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan.

Tidak penting kita mengerti apa yang sedang terjadi dalam hidup kita. Yang terpenting adalah tetap mempercayakan diri kita kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi.