Pdt. Hendra G Mulya

1 Yohanes 2:3-12 (TB) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.
Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.
Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.

https://youtu.be/SMVm2YDALew

Ada lagu “Where Is The Love” adalah sebuah protes bahwa apa yang yang dikatakan sering kali tidak dilakukan.

Di gereja sering kali kita diajarkan r itual yang berubah jadi habitual. Lama kelamaan menjadi moral

Orang Israel mengajarkan kepada anak-anaknya dengan Shema Israel, Yahwe elohim. Yahwe ehat (dengarlah Israel, Allah itu satu. Kasihilah Tuhan Allahmu.) Sayangnya 10 hukum taurat di jabarkan 600 hukum yang memberatkan manusia. Tetapi hukum yang terutama justru diabaikan.

Yesus mengajarkan kita agar kita cinta Tuhan dulu, baru kita cinta manusia. Tidak bisa dibalik.

Yang tidak cinta Tuhan, dia cinta manusia, itu motivasinya karena cinta diri. Tetapi mereka yang cinta Tuhan, mengasihi sesama karena cinta kita pada Tuhan.

Kisah abraham mempersembahkan Ishak mengingatkan kita, apakah kita berani mempersembahkan apa yang paling berharga buat diri kita? Tangan malaikat menahan tangan Abraham yang mau menyembelih Ishak. Tapi mengapa malaikat tidak menahan tangan serdadu yang mau memaku tangan tangan Yesus? Allah tidak menahan para sedadu dan imam yang mensalibkan Yesus. Itu karena Tuhan mengasihi kita.

Where is the love? Love is at the Calvary