GI. Markus Boone

2 Tim 4:9-18

A. Cinta kasih Tuhan menerima kita yang gagal.

Rasul Paulus adalah orang yang gagal karena dulu adalah penganiaya jemaat.

Timotius adalah anak muda yang mudah merasa gagal, lemah

Berbicara tentang kasih setia Tuhan, bicara tentang saya adalah orang gagal, gagal mengutamakan Tuhan dalam kehidupan kita.

Kalau hari ini kita adalah gagal, itu adalah kabar baik, karena Tuhan tidak menutup pintu bagi mereka yang gagal. Tuhan akan menunjukan kasih setia-Nya pada mereka tang gagal.

Kalau sebaliknya kita tidak merasa gagal, justru celaka, karena kita merasa tidak butuh Tuhan.

Cinta kasih Tuhan bisa memotong sistem lama dan menjadi sistem yang baru.

Kegagalan bisa dipakai Tuhan untuk kebaikan kita.

B. Cinta kasih Tuhan terus bertahan (Endurance)

Enduring: waktu ditekan, tidak patah tetapi bertahan.

Kasih setia Tuhan bertahan karena Tuhan rela untuk terluka.

Ketika Tuhan mencintai manusia, justru manusia menyalibkan Tuhan. Cinta itu ditekan sampai mau patah tetapi tidak apa-apa.

Jika sepanjang tahun ini kita menyakiti Tuhan, dalam ketidaktaatan kita, Tuhan tetap mengasi kita

3. Cinta Tuhan yang rela terluka ini, turun ke orang percaya

Rasul Paulus mengatakan ketika dia di adili, tidak ada satupun yang bertahan di belakang Paulus. Tetapi Paulus berdoa agar kesalahan itu tidak ditimpakan kepada mereka. Itu adalah perkataan yang persis dikatakan Yesus di kayu salib.

Kalau kita hidup dekat dengan Tuhan, Tuhan akan memakai kita untuk menggenapi rencana-Nya.

2 Timotius 4:17 (TB) tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

Itulah kesaksian Paulus. Mengapa Paulus pada akhirnya mati dipenggal? Karena rencana Tuhan sudah genap dalam Paulus, jika belum genap, tidak ada satupun yang bisa menyentuh Paulus.