Pdt. Daniel Fu

2 Korintus 4:16-18 (TB) Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Mengapa kita begitu semangat untuk merayakan perayaan musim semi? Saat musim dingin, semuanya begitu suram. Berbeda dengan musim semi, dimana bunga bermekaran dan binatang keluar dari sarangnya. Setiap tahun baru Imlek, kita ada baju baru dan membagikan angpao.

Dalam perayaan Imlek, kita sulit membedakan antara unsur penyembahan berhala dengan kebudayaan. Kita boleh saja makan ikan, apel, dan sebagainya, tapi jangan mempercayai tentang mitos dibaliknya.

Setiap hari kita semakin tua. Tahun demi tahun tubuh kita semakin lemah. Tetapi kita juga adalah manusia batiniah, yang terus diperbaharui.

Dalam hal apa kita harus memperbaharui diri?

1. Hubungan kita dengan Tuhan. Yaitu hati yang taat kepada Tuhan dan rindu pada Tuhan.

Demikianlah kita bisa membedakan apa yang benar dan yang salah. Kita perlu Tuhan. Sungguhkan hati kita ada kerinduan kepada Tuhan? Adakah kita mau untuk membuka Alkitab pertama kali setelah bangun tidur, sebelum membuka HP? Dengan membaca Firman Tuhan, kita akan mendapatkan kekuatan baru. Apakah kita benar-benar menyerahkan beban hidup kita pada Tuhan? Allah adalah Allah yang kudus, apakah kita juga hidup kudus?

Alkitab mengatakan Abraham adalah sahabat allah, karena hatinya Abraham adalah hati yang dekat dengan Tuhan.

2. Membangun hubungan keluarga yang lebih baik.

Membangun kepercayaan pada pasangan. Hubungan suami istri harus ada kepercayaan. Seperti halnya Yusuf mempercayai Maria yang mengandung dari Roh Kudus.

Ingatlah kisah anak yang hilang. Sekalipun dia telah melakukan halbyang salah tetapi bapanya menerima dan memberikan pakaian yang baru. Terimalah anak kita sekalipun dia telah melakukan kesalahan

Demikian juga hubungan antara saudara harus di bangun, seperti Yusuf mengampuni saudara-saudaranya yang telah menjualnya, marilah kita juga harus saling mengampuni dan mengasihi.

3. Semangat untuk melayani Tuhan.

Ada banyak jiwa yang membutuhkan Injil. Mari kita berdoa agar Tuhan memberikan kita hati untuk memberitakan Injil, terutama pada hari raya Imlek ini.

Hari ini kita memasuki tahun yang baru, marilah kita memiliki semangat yang baru.

Rajawali umurnya panjang, sampai 70 tahun, karena dia melepaskan bagian dari tubuhnya yang menua dan panjang. Dia mematikan paruhnya ke batu sampai berdarah. Dia mencakar batu2 agar kukunya lepas dan berdarah. Dia mencabut bulunya. Selama 6 bulan dia mengasingkan diri hingga paruh, kuku dan bulunya tumbuh baru. Demikianlah dia bisa terbang lebih cepat.

Demikian pula kita. Tuhan berikan tahun yang baru, janganlah kita mensia-siakan waktu kita.