Pdt. Rahmiati

Lukas 23:26-32

Film Holywood mengfokuskan pada siksaan yang dialami oleh Yesus, sehingga kita fokus pada penderitaan Yesus dan menangasihani Yesus. Padahal Yesus mengatakan, jangan menangisi Aku, tangisi dirimu sendiri.

Manusia telah jatuh dalam dosa, hidup untuk dirinya sendiri, berada dalam murka Allah. Betapa fatalnya hidup dalam murka Allah dan tidak berguna bagi sang Pencipta. Itu sebabnya Yesus mengatakan kamu yang harus ditangisi. Sebab Yesus sendiri apapun yang saya alami adalah dalam rangka melakukan kehendak Bapa. Saya adalah Mesias, tidak masalah. Kamu yang bermasalah. Kamu yang harus menangis. Jika kita tidak pahami ini, kita tidak bisa mengerti bahwa hidup yang untuk diri sendiri adalah sampah dan pengenalan akan Tuhan adalah harta.

Ada 3 kebutuhan dasar manusia.

1. Things.

Ini berkaitan dengan kenyamanan secara fisik, seperti hidup sehat, fasilitas, makanan, minuman, mencapai impian, mendapatkan apa yang diinginkan, dll.

2. Relasi dengan sesama.

Akan sangat menyenangkan kalau semua orang menerima saya, rela berkorban untuk melakukan apapun untuk saya. Apapun kondisi saya, tetap saya diperlakukan special. Senang kan kehidupan seperti itu?

3. Relasi manusia dengan Tuhan.

Yang Tuhan janjikan bukan kebutuhan yang pertama dan kedua. Anak muda yang kaya dan Orang Farisi fokus pada kebutuhan pertama dan kedua. Orang Farisi melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan pujian. Anak muda yang kaya memiliki banyak harta. Filipi 3:7. Tetapi apa yang merupakan keuntungan bagiku sekaranng ku anggap rugi.

Hidup yang seharusnya, melepaskan semuanya, kebutuhan yang pertama dan kedua.

Kebutuhan yang pertama (things) dan kedua (relasi dengan manusia) itu boleh ada boleh tidak ada. Tetapi jika relasi dengan Tuhan itu tidak ada, maka kita akan hancur.

Tuhan mengatakan jika ada apa dan siapa yang menghalangi relasi kamu dengan Tuhan, maka harus dihilangkan.

Jika matamu menyesatkan, cungkillah. Jika tanganmu menyesatkan, potonglah. Ini adalah sebuah khiasan behwa apapun jangan ada yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan. Buat Tuhan betapa pentingnya agar kita tetap terfokus pada Tuhan. Jangan seperti orang kaya dan Lazarus ketika menghadap Tuhan. Jika mau meratap, sekaranglah saat masih hidup, karena masih bisa kembali. Tetapi jika meratap saat sudah tiada, sudah terlambat. Kalau dulu mungkin saat masih hidup, dia berdoa agar saudara-saudaranya bisa hidup makmur, tetapi setelah alami kematian, orang kaya ini memohon agar Lazarus kasih tahu saudara-saudara saya yang masih hidup agar kembali kepada Tuhan, menangisi diri sendiri.

Di mana kita saat ini? Kita hidup dalam dunia yang tidak ideal. Ketika kita memutuskan untuk ikut Tuhan, kita akan melawan arus.

Ada duri yang dialami Paulus. Paulus berdoa agar duri ini diambil, tetapi ketika Tuhan tidak kabulkan, Paulus tidak marah pada Tuhan. Padahal Paulus sudah melakukan banyak hal buat Tuhan. Jemaat mula-mulapun mengalami penganiayaan yang merengut nyawa mereka. Mereka meninggal tetap dengan memuji Tuhan.

Orang yang ikut Tuhan seharusnya tidak lagi memikirkan ujung-ujungnya duit atau berkat lagi. Yang dikejar adalah agar dapat terus dekat dengan Tuhan.

Siapa yang mengendalikan hatimu saat ini? Apa dan siapa? Ataukah Tuhan.