Pdt. Jimmy Lucas

Yosua 14:6-12

Sikap hati kita akan sangat berpengaruh pada hidup kita. Kalau hati kita positif, maka seluruh hidup kita akan menjadi positif. Jika kita memiliki sikap hati kita kepada Allah tepat, maka akan mempengaruhi seluruh hidup kita.

Kaleb dan Yoshua adalah generasi pertama yang keluar dari Mesir yang memasuki Tanah Kanaan yang masih tersisa. Kaleb menerima Hebron sebagai tanah warisan. Apa yang membuat Kaleb menjadi begitu special? Karena dia mengikuti Allah dengan sepenuh hati. Hal ini diulang sampai tiga kali.

Sepenuh hati dalam bahasa Ibrani adalah Male Mala, lengkap atau utuh. Itulah hati yang diberikan Kaleb bin Yefune kepada Allah. Tidak ada bagian dari hatinya yang tidak diserahkan kepada Allah. Keutuhan hati ini terlihat dari laporannya saat menjadi pengintai tanah Kanaan bersama utusan 12 suku lainnya. Mereka melihat hal yang sama yaitu tanah yang berlimpah susu dan madu dan ditinggali orang seperti raksasa, tetapi persepsinya berbeda. Sepuluh orang mengatakan bahwa kita akan mati seperti belalang. Tetapi Yoshua dan Kaleb memiliki pendapat yang berbeda, bahwa mereka tidak akan binasa karena Allah beserta mereka dan membuat mereka menduduki tanah itu. Itulah perspektif iman. Mereka percaya pada Allah.

Bukti keteguhan hati Kaleb terlihat dari keteguhannya menagih janji Allah dan menunggu 45 tahun untuk menerimanya. Dalam usianya yang 85 tahun dia berkata aku masih sekuat dahulu saat masih 40 tahun. Pengharapan membuat dia berlatih setiap hari, lahir dari iman bahwa Allah akan menggenapkan janji-Nya.

Kaleb menyerbu kota Hebron yang berkubu tanpa bantuan suku lain dari Israel. Dia sama semangatnya dengan 45 tahun yang lalu. Itu sebabnya dia menerima kota Hebron sebagai warisan.

Sepenuh hati bukan masalah perasaan, karena perasaan mudah berubah. Sepenuh hati adalah sikap iman di hadapan Allah. Tidak ada di dalam dia atau di luar dia yang dapat membuat hati dia goncang.

Menjaga hati itu tidak mudah. Raja Salomo saja gagal. Salomo adalah raja yang besar, hikmatnya melampaui semua raja di bumi. Dia juga raja paling kaya di muka bumi, sebelum maupun sesudahnya tidak ada yang dapat melampaui dia. Tetapi istri-istrinya membuat hati Salomo berpaling dari Tuhan di masa tuanya. Itu sebabnya Tuhan murka dan memuat kerajaan Israel terpecah 2 pada masa pemerintahan anaknya Salomo.

Mata Tuhan mencari orang yang mengasihi dia dengan sepenuh hati.

Mazmur 91:14-16 (TB)

“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

Sepenuh hati mengikuti Allah adalah penting, tetapi memberikan hati kepada Allah itu jauh lebih penting.

Itu sebabnya kita diminta mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, segenap kekuatan kita. Empat kali kata segenap, artinya tidak ada tidak kita serahkan kepada Allah.  Kependetaan, rohaniwan, majelis dan sebagainya adalah sebuah jabatan bukanlah sebuah jaminan bahwa dia mengasihi Tuhan dengan segenap hati, tetapi takut akan Tuhan adalah sebuah sikap hati.

Semua segala sesuatu yang ada di kolong langit adalah milik Allah. Sekalipun kau pandang iti tidak rohani, kau harus mempertanggung jawabkannya pada Allah. Yang paling penting bukan posisi apa jabatanmu, yang penting adalah sikap hati. Apakah engkau sepenuh hati melayani, beribadah kepada Allah atapun pekerjaan kita. Kita wajib menyerahkan hati kita pada Allah. Pelayanan, pekerjaan itu penting tetapi jauh lebih penting sikap hatimu kepada Allah. Semua yang kita miliki, emosi, cinta yang menyala, semangat yang bergelora, kesedihan yang terdalam, pikiran, tubuh, semua harus dibawa kepada Allah untuk dipertanggung jawabkan.

Hidup ini adalah tentang Allah dan bukan tentang kita.

Saat kita memberikan hati kita sepenuhnya pada Allah, yang dapat mengubah sejarah. Itulah yang terjadi pada John Kalvin, bapak reformasi kita.