By. Rev. Caleb Soo

Bacaan : 2 Tim 3:1

Kita telah memasuki jaman post modern yang kosong dan kacau. Dengan waktu yang sangat singkat kita bisa pergi ke berbagai negara berbagai belahan dunia. Kita bisa menikmati makanan dari berbagai belahan dunia dengan mudah. Tetapi relasi antar manusia menjadi sangat dingin. Waktu menjadi sangat berharga, selalu terasa kurang.

Jaman ini juga memiliki tingkat konsumerialisme yang tinggi. Kita bangga kalau bisa belanja barang-barang bermerk. Orang menjadi berlomba-lomba memakai uang.

Tingkat perceraian orang Kristen juga semakin meningkat. Semua karena handphone yang memudahkan kita untuk menghubungi mantan ataupun mengakses film pornografi.

Jaman ini memiliki konsep moral tidak ada yang benar dan salah. Semua menjadi relatif, tidak ada kebenaran absolut. Banyak negara-negara yang mayoritas pernduduknya beragama Kristen justru melegalkan pernikahan sejenis. Jika saya tidak memiliki kesaksian hidup yang baik, dapatkah saya menilai dunia ini? Banyak pemimpin gereja memiliki moral yang buruk.

Banyak orang yang karena tidak melihat contoh yang baik dari orang tua, maka dia mengikuti orang tuanya.

Kembali kepada Alkitab, itu adalah tugas kita sebagai pemimpin. Kalau kita lihat anak jaman sekarang, sangat pintar tetapi liar, tidak bisa dikendalikan. Pengaruh seorang ibu bagi anaknya itu, sangat besar, seumur hidup. Prinsip mengajar anak adalah disiplin, tetapi juga menunjukan bahwa kita mengasihi dia.

Sebagai pemimpin gereja, kita harus dapat mengurus keluarga dengan baik. Kita harus dapat memberikan kesaksian hidup yang baik kepada anak.

Nehemia adalah tokoh teladan bagi orang Kristen. Dia memiliki visi yang jelas, untuk membangun tembok kota Yerusalem. Kita sebagai pemimpin gereja harus memiliki visi, jika tidak, gereja akan menjadi liar. Kita harus tahu apa yang harus dikerjakan oleh gereja. Kita juga harus memahami apa yang menjadi karunia dan visi yang Tuhan berikan. Visi itu sangat penting, karena menentukan arah.

Karakter pemimpin lebih penting dari tujuannya. Kita harus memiliki karakter dan visi yang baik agar jemaat dapat mengikutinya.

Nehemia ketika membangun tembok kota Yerusalem banyak ditertawakan orang. Tetapi dia sanggup menyelesaikannya dengan menggerakkan banyak orang.

1. Pemimpin harus tahu bagaimana caranya agar dapat mencapai tujuan.

Agar orang mau ikut arahan kita, maka dibutuhkan teladan, memiliki karakter yang bagus. Tanpa teladan karakter, maka kata-kata kita tidak punya kekuatan.

Orang yang hidupnya punya dampak, dan memiliki karakter yang baik dapat membawa banyak orang untuk percaya Tuhan. Dia banyak membuang egonya, tidak mencari keuntungan untuk dirinya sendiri.

Apa yang harus dikorbankan untuk dapat menjadi pemimpin? Semakin tinggi tanggung jawabnya, semakin dia harus melepaskan kenikmatan hidup atau me time agar dapat dipersembahkan kepada Tuhan.

2. Menjadikan Tuhan sebagai pusat.

Ketika Nehemia berpikir tentang Yerusalem, dia berpikir tentang Tuhan, langsung berdoa kepada Tuhan.

3. Nehemia memiliki kepribadian yang kuat, tidak mudah putus asa.

Ketika menghadapi masalah, Nehemia tidak menyerah. Dikritik itu adalah hal yang normal. Kalau kita dikritik itu karena kita memiliki kualitas ataunpotensi. Di dalan kesulitan jangan cepat kecewa.

4. Nehemia membagikan tugas dengan jelas.

Mereka saling bergandengan tangan hingga dalam 52 hari tembok Yerusalem selesai dibangun. Kita perlu bekerjasama dalam melayani dan menghormati pinpinan.

5. Memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada mereka yang memiliki karakter yang baik.

Bagaimana seseorang dapat berkembang, itu bergantung pada apakah dia diberi wewenang sesuai dengan karunianya.

Kita sebagai pemimpin gereja bukan meninggikan diri tetapi meninggikan Kristus baru kita dapat membawa orang kepada Kristus.