By. Tjendrakasih Surya

73 tahun yang lalu saya dilahirkan dalam sebuah keluarga yang menyembah berhala. Namun saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas kasih karunia Nya, sebagaimana saya ada sekarang. Semua karena anugerah Tuhan. Saya bersyukur kepada Tuhan telah menjodohkan seorang pria Kristen menjadi suami saya sehingga saya pun dapat diselamatkan menjadi anak Tuhan.

Waktu itu karena ayah hanya seorang tukang sepatu dan saya adalah anak perempuan yang terbesar dari 8 bersaudara dan karena keadaan ekonomi keluarga kami yang kurang mampu, maka waktu saya duduk di bangku SMP pada usia 15 tahun, saya terpaksa harus putus sekolah. Sekalipun dalam hati sangat sedih, namun apa boleh buat, Ibu tidak mengijinkan saya sekolah dan harus membantu ibu mengurusi pekerjaan rumah tangga dan jaga adik – adik yang masih kecil. Ketika saya di jalan bertemu dengan teman-teman yang sudah duduk di bangku SMA, hati saya begitu sedih mengapa saya tidak dapat seperti mereka dapat bersekolah sampai tamat.

Namun karena saya mempunyai suatu motto untuk hidup sampai tua dan terus belajar sampai tua, maka sejak itulah setiap ada pembinaan baik jangka pendek maupun jangka panjang pasti saya ikuti semua seminar pendidikan dalam bahasa Mandarin karena self-study sehingga saat ini saya bisa menjadi siswi distance learning di sebuah universitas di China.

Saya teringat 10 tahun yang lalu, keempat anak–anak sudah lulus sekolah di universitas. Mereka sangat pandai menggunakan computer. Walaupun saya sama sekali tidak mengerti computer, namun saya memiliki kemauan yang keras untuk belajar computer. Pertama-tama mengikuti kursus tahap awal kemudian mengikuti pelajaran computer tahap lanjutan. Sampai saat ini, boleh dikatakan saya bukan hanya bisa menggunakan computer dengan baik, (walaupun belum terlalu sempurna). tapi sudah bisa melakukan banyak pekerjaan yang memakai computer di dalam pelayanan. Kadang kala saya bisa membantu membuatkan Power Point untuk menayangkan LCD. Dan juga aktif di dalam sebuah paduan suara. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan melayani sebagai sekretaris yang banyak menggunakan computer untuk membantu pelayanan di bidang paduan suara yang di bawah pimpinan PGTI, yaitu Paduan Suara Friendship.

Pengetahuan saya masih sangat sedikit tentang computer, karena ingin melatih otak maka saya harus terus belajar. Oleh sebab itu ketika saya melihat pada warta gereja GKY Sunter ada kelas pembinaan pelajaran computer, maka segerah memberanikan diri mendaftar supaya saya bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih banyak lagi tentang menulis kesaksian dengan memakai computer.

Sungguh sangat berterima kasih kepada segenap majelis dan pengurus GKY Sunter bisa mempunyai suatu visi tentang hal ini dan dapat membantu mendorong peserta kelas training penulisan kesaksian untuk menjadi lebih maju dan lebih handal dalam menggunakan teknology masa kini. Kiranya Tuhan memberkati semua jerih lelah segenap guru pembimbing pada kelas pembinaan menulis ini.

Terima kasih.

Tjendrakasih Surya
(Chen Ay Zhen)