Pdt. Johan Djuandy

2 Raja: 6: 8-17

Tuhan adalah Allah yang berdaulat sehingga Raja Aram seperti mainan. Raja Aram menyusun strategi untuk menyerang Israel. Perang memang masalah strategi untuk mencapai kemenangan. Tetapi masalahnya Israel tidak pernah masuk perangkap. Maka dia curiga kalau ada mata-mata yang membocorkan strategi dia. Sebenarnya tidak ada penghianat, tetapi karena ada nabi Elisa yang ada di pihak Israel yang memberitahukan semua strategi Raja Aram.

Elisa bisa mengetahui semua strategi dan rencana perang Raja Aram karena Allah Yahwe. Peperangan itu sebenarnya adalah peperangan antara Allah Yahwe melawan dewa-dewa Aram. Allah Israel terbukti mampu mengetahui semua rahasia Raja Aram.

Suatu saat saat bangun pagi, bujang Elisa terkejut melihat tentara Raja Aram mengepung tempat mereka. Dia menghadap Elisa bertanya apa yang harus diperbuat. Elisa mengatakan “Jangan takut sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka.” Elisa berdoa agar Tuhan membuka mata bujang. Bujang akhirnya melihat gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi jauh lebih banyak daripada pasukan Raja Aram. Elisa berdoa agar Tuhan membutakan mata pasukan Raja Aram sehingga mereka tidak mengenali Elisa.

Tuhan yang menyertai kita adalah Allah yang berdaulat, tidak ada yang terlalu sulit bagi dia. Tidak ada masa dalam hidup kita, bahkan di masa kritis sekalipun dimana Allah tidak bisa ikut campur tangan. Tidak ada masa dalam hidup kita yang membuat Allah terkejut.

Kita sering kali meragukan Tuhan karena hanya melihat realita yang ada di depan mata. Kita berpikir bahwa Allah nampak lambat. Mungkin kita harus berdoa seperti Elisa agar Tuhan membuka mata kita. Tetapi perlu kita ingat bahwa Allah tidak selalu bekerja dengan cara seperti ini. Tetapi Allah terkadang hanya meminta kita beriman, karena iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Penyertaan Allah juga tidak berarti selalu dengan proses cepat seperti kisah Elisa. Tetapi sering kali perjalanan bersama dengan Allah melalui perjalanan yang berliku.

Persis di kota Dotan, Yusuf dijual ke Mesir. Allah yang yang menyertai Elisa adalah Allah yang sama yang menyertai Yusuf, tetapi dengan cara yang berbeda. Allah menyertai Yusuf denga cara yang berliku-liku. Berkali-kali Alkitab menulis bahwa tangan Tuhan menyertai Yusuf. Terkadang penyertaan Allah harus kita ikuti dari awal sampai akhir, tidak instan. Tetapi pemeliharaan Allah tidak ada yang gagal.

Elisa pada akhirnya meninggal karena sakit dan Allah tidak menyembuhkan Elisa. Meskipun demikian tulang Elisa dapat membangkitkan orang yang sudah mati.

Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Jangan pernah meninggalkan Tuhan karena masalah yang kita hadapi belum ada titik terang.