By. GI. Markus Boone

Bayangkan diri anda adalah orang tua atau pasangan (suami, istri atau pacar).

Setiap pagi anak atau pasangan kita datang dan minta uang,

Lalu satu jam kemudian minta dianter.

Lalu satu jam kemudian minta tolong karena diganggu orang.

Lalu satu jam kemudian minta vitamin supaya kuat hang out dengan teman.

Sepuluh jam kemudian tidak ada kabar.

Baru sebelas jam kemudian minta dijemput.

Setelah dijemput minta diantar ke dokter karena sakit perut.

Setelah dari dokter minta dianter pulang.

Pas di mobil tiduran main smartphone dan sosmed,

Lalu sampe di rumah sudah ketiduran.

Ketika disuruh turun ke rumah malah minta digendong ke kamar.

Setelah digendong bukannya bilang terima kasih, eh malah langsung ambil selimut dan tidur.

Jawab jujur, menyenangkan atau menyebalkan punya anak atau pasangan seperti ini?

Sayangnya itu saya dan anda. Mari kita bercermin akan kehidupan kita.

Pagi-pagi kita doa minta sehat, kuat, aman di jalan, banyak berkat dan ga ada masalah.

Setelah itu kalau ada gangguan dalam hidup, kita minta tolong.

Kalau ada proyek kerjaan, kita minta tolong lagi supaya lancar.

Tapi giliran kita lagi seneng dan asyik ngumpul dengan teman-teman, kita tidak menggubris Dia lagi.

Setelah kita capek dengan teman atau konflik dengan rekan baru doa minta dihibur dan dikasihi.

Kita akan marah kalau kita berdoa tetapi Tuhan tidak segera menghibur dan menjawab doa kita.

Saya jadi insaf, kalau saya sebagai manusia saja tidak suka diperlakukan seperti itu apalagi Tuhan.

Kalau saya lebih suka diajak bicara, lebih suka saling pengertian dan lebih suka tidak diperalat tapi dianggap sebagai pribadi yang dikasihi apalagi Tuhan.

Insaf deh hari ini! Semoga besok, minggu depan, tahun depan tetap insaf juga. Amin…

Markus 12:30 (BIMK)

Cintailah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan seluruh akalmu dan dengan segala kekuatanmu.’