Jemaat GKY Sunter yang saya kasihi, senang sekali kita dapat berjumpa melalui website GKY Sunter.

 

Dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak sdr/i. untuk belajar dari kehidupan Raja Daud, di mana Raja Daud pernah menghadapi masa-masa yang sulit, lalu Daud percaya dan bersandar pada Tuhan, sampai akhirnya Ia dapat berkata: “Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku” (I will sing to the Lord, for He has been good for me).

Artikel ini didasarkan pada tulisan Raja Daud dalam Mazmur 13 : 1 – 6.

 

Dua ayat pertama, ayat 1 – 2, sebanyak empat kali Raja Daud bertanya kepada Tuhan, “Berapa lama lagi aku harus menderita”

 

Ayat 1, Raja Daud berkata:

”Berapa lama lagi, Tuhan, Kau lupakan aku terus menerus? Berapa lama lagi Kau sembunyikan wajah-Mu terhadap aku?

 

Ini adalah suatu seruan rohani dari Raja Daud, saat itu ia merasa Tuhan begitu jauh dari padanya, bahkan dilupakan Tuhan, dapat kita katakan Daud sedang jatuh dalam suatu krisis Rohani yang serius.

Mengapa bisa begitu?

Penafsir Alkitab menjelaskan kepada kita, saat itu Daud sedang dihukum Tuhan, karena kasus dosanya dengan Batsyeba.

Dan kemudian Daud memohon pengampunan dari Tuhan atas kesalahan dan dosanya.

 

Ayat 2, Daud berkata:

Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?

 

Dalam ayat ini, Raja Daud menyampaikan pergumulan karena ditekan oleh musuhnya. Siapakah musuh Raja Daud itu? Sepanjang kehidupan Daud, ada 2 musuh yang pernah menekan hidupnya, yaitu Raja Saul dan Absalom, anak Daud sendiri.

 

Kalau kita lihat konteks Mazmur 13, maka kita akan menyatakan, yang dimaksud musuh Daud adalah anaknya sendiri; Absalom. Karena Absalom pernah kudeta terhadap Raja Daud, dan Raja Daud harus meninggalkan istana raja dan saat itu hatinya sangat sedih dan menderita.

 

Namun di tengah-tengah kesulitan dan penderitaannya, Raja Daud berkata, Tetapi aku, kepada kasih setiaMu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu” (ayat 5).

 

Hati Daud tetap percaya pada kasih setia Tuhan yang tidak berubah. Daud berdoa dan memohon pertolongan dan anugerah Tuhan.

 

Akhirnya Daud sungguh mengalami kuasa dan penyelamatan Tuhan.

Hidup Daud dipulihkan kembali setelah Daud mengaku dosa-dosanya, dan Absalom disingkirkan dari kedudukan raja Israel, sehingga Daud kembali memerintah sebagai raja Israel.

 

          Untuk menutup Mazmur ini Daud berkata : “I will sing to the Lord, for He has been good for me”  (“Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku”)

 

Sdr/i. yang saya kasihi, Tuhan dari Daud adalah Tuhan kita juga, Sebagaimana Daud bisa percaya dan mengalami Tuhan dengan luar biasa.

 

Hari ini, saudara dan saya juga dapat percaya dan mengalami kasih setia Tuhan yang luar biasa.  Bagaimanapun kondisi dan pergumulan hidup saudara pada hari ini, mari mata hati kita memandang dan percaya pada Tuhan, maka pertolongan akan datang dari Tuhan.

 

Marilah bersama dengan Raja Daud, kita berkata:

“AKU MAU MENYANYI UNTUK TUHAN, KARENA IA TELAH BERBUAT BAIK KEPADAKU”

 

TUHAN Berkati Kita Semua.

 

 

Salam,

 

Pdt. Daniel Fu