GKY Sunter

PENGASUHAN YANG TIDAK BAIK MEMICU KONFLIK KELUARGA

Rabu, 9 November 2016

 

Bacalah : Amsal 22:6, 23:13-18, 1 Raja-raja 1:5-8

  1. Apa yang dipesankan oleh Alkitab kepada orang tua dalam relasinya dengan anak (Ams. 22:6, 23:13-18)?
  2. Apakah kegagalan Daud sebagai orang tua (1 Raj. 1:6)?
  3. Apakah hasil dari kegagalan Daud itu?

Renungkanlah:

Alkitab jelas menghendaki agar orang tua mengasihi anak-anaknya (Mat. 22:39, Ef. 5:2). Namun, Alkitab juga memberi mandat kepada orang tua untuk mengasuh dan mendidik anak-anak, supaya setiap generasi penerus yang dipercayakan kepada para orang tua hidup di dalam jalan yang benar (Ams. 22:6). Oleh karenanya, maka teguran maupun bentuk-bentuk pendisiplinan kepada anak haruslah diterapkan (Ams. 22:13-14), namun beralaskan kasih sebagaimana diteladankan oleh Allah kepada umat-Nya (Ams. 3:11-12). Dengan demikian, semua tindakan untuk mendisiplinkan anak tidak dilakukan untuk sekadar melampiaskan kemarahan. Lalu, diterapkan di tengah-tengah atmosfir kasih dan kehangatan yang secara kontinu diwujudkan dalam keluarga. Apabila orang tua gagal dalam mengasuh anak-anak, maka perilaku anak-anak cenderung liar, melakukan apapun yang diingini, seperti yang dilakukan oleh anak-anak Daud (1 Raj. 1:5-8, 2 Sam. 13-15).

Lakukanlah : Mengasihi, mengarahkan, mendidik, dan mendisiplinkan anak. Inilah pengasuhan yang tepat bagi anak-anak kita.

Doa: Tolonglah para orang tua untuk dapat menerapkan pola asuh yang tepat kepada anak-anak.