GKY Sunter

FAKTOR EKSTERNAL DAPAT MENGAKIBATKAN KONFLIK DALAM KELUARGA

Minggu, 13 November 2016

 

Bacalah : Lukas 7:11-17

  1. Wanita yang dikisahkan dalam teks ini mengalami setidaknya dua peristiwa yang membuat hidupnya sulit. Apakah itu (Luk. 7:12)?
  2. Apakah ada jalan keluar bagi sang ibu dalam kisah ini (Luk. 7:13-17)?

Renungkanlah:

Hidup manusia tidak terlepas dari ketidakpastian, dan peristiwa yang tak terduga sama sekali. Sebagai contoh, bencana alam, sakit atau meninggalnya orang yang dikasihi, turunnya stabilitas ekonomi secara mendadak, dan sebagainya. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat meningkatkan level stres yang dirasakan, menumbuhkan perasaan cemas yang tinggi, sehingga amarah lebih sering timbul, kegelisahan sulit dikendalikan, dan akal sehat seolah-olah tidak lagi berfungsi. Akibatnya, relasi dengan pasangan, dengan anak, atau dengan anggota keluarga lainnya menjadi rentan terhadap konflik. Di tengah situasi demikian, Alkitab mengungkapkan kepedulian Allah (Luk. 7:13-17). Allah pun berjanji tidak akan mengizinkan kita mengalami peristiwa yang tidak mampu kita pikul (1 Kor. 13:13). Alkitab juga berkata, selalu ada pengharapan di dalam berbagai pengalaman hidup (Rm. 8:28). Di samping itu, marilah kita berupaya menolong, mempedulikan, dan mendoakan saudara-saudara seiman kita yang dalam kesulitan.

Lakukanlah : Kuasai diri dengan mengingat bahwa di dalam Kristus selalu ada pengharapan. Lalu, perhatikan, kuatkan, dan tolonglah mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami tetap percaya dan berpengharapan. Berikanlah kepekaan untuk kami dapat menolong mereka yang dalam kesulitan.