GKY Sunter

Ringkasan Kotbah: Persembahan yang Indah di Mata TUHAN

by Pdt. Yohanes Adrie

2 Korintus 8:1-9 (TB)

A�Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.

Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.A�

Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya.

Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, a�� dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami a�� demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.A�

Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.

Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
Perkataan Tuhan Yesus “lebih bahagia memberi daripada menerima” agak sulit diterima oleh orang ditengah jaman yang ingin menerima. Menerima tentu ada kebahagiaan tersendiri, namun Blessing of Giving adalah sesuatu yang harus kita mengerti.
Jemaat Korintus lebih kaya, lebih potensial, lebih tidak menderita daripada jemaat Makedonia. A�Jemaat Makedonia memang A�sangat miskin namun kaya dalam kemurahan hati untuk mau memberi dan menolong orang lain, bahkan melampaui kemampuan mereka.

Hal ini menunjukan mereka yang berkelimpahan tidak otomatis menjadi murah dalam memberi, seperti yang terjadi pada jemaat di Korintus.

Jemaat Makedonia tidak seharusnya memberi karena sebetulnya mereka membutuhkan dan seharusnya merekalah yang diberi. Bagaimana dengan gereja kita? Apakah gereja kita adalah gereja yang memberi? Atau justru dikenal karena membelanjakan di luar batas kemampuan?

Bayangkan jika di gereja ada jemaat yang miskin justru memaksa, meminta untuk dilibatkan dalam memberi, bukankah itu adalah hal yang luar biasa?

Perjanjian Baru mengajarkan bukan memberi 10%, namun lebih dari itu. Seperti halnya jemaat Makedonia yang memberi melebihi batas kemampuan mereka. Mereka memberi hidup mereka pertama-tama kepada allah, artinya memberi tempat sepenuhnya kepada Tuhan untuk bekerja dengan leluasa A�dalam hidup kita. Persembahan adalah salah satu wujud dari komitmen memberi diri pada Allah, bukan menggantikannya.

Orang yang memberi diri kepada Allah adalah orang yang akan dibentuk Allah. Kemurahan hati tidak ada hubungannya dengan kekayaan materi, namun karena kekayaan relasi dengan Tuhan.

Paulus mengatakan bahwa Mereka (jemaat Makedonia) pertama-tama memberi diri kepada Tuhan, lalu oleh karena kehendak Allah memberi diri kepada kami.

Gereja seharusnya bukan sekedar memberikan warta, ini loh kegiatan gereja mari dukung. Tetapi seharusnya menekankan hubungan pribadi dengan Tuhan, karena kemampuan memberi berasal dari kekayaan hubungan pribadi dengan Allah.