GKY Sunter
Jangan mengucapkan saksi dusta

Jangan mengucapkan saksi dusta

Ev. Innawaty Teddy

Prinsip orang Jaman Yahudi, berlaku konsep mata ganti mata, gigi diganti gigi. Maka saksi dusta juga bisa dihukum mati bila berbohong didalam pengadilan. Maka di pengadilan saksi harus 2-3 orang, tidak boleh sendieian.

Para ahli mengkategorikan beberapa kebohongan.

1. Kebohongan yang jahat untuk menghancurkan reputasi.

Secara teologi mudah untuk diputuskan, yaiu tidak boleh. Ini termasuk jangan ikut menyebarkar berita yang belum tentu benar, terutama yang menyangkut teputasi orang.

2. Berbohong dalam bercanda. Namanya bercanda, di besar-besarkan.

Dalam hal ini boleh, tetapi ada batasannya. Orang yang disekitar lita tahu bahwa kita sedang bercanda, kalau engga nanti jadi fitnah. Jangan bercanda yang menyakitkan orang lain, jangan bercanda kelemahan dia, apalagi kecacatannya. Kalau mau bercanda tentang kelemahanmu sendiri.

3. Bohong untuk menyelamatkan seseorang.

Untuk itu ada 3 macam pendapat:

a. Jangan terang-terangan menjawab. Misal “cari tahu saja sendiri”. Tetapi saya tidak setuju dengan ini. Karena itu sama saja menjawab iya.

b. Jangan berbohong, tetapi lakukan dengan cerdik. Tetapi itubsama saja dengan berbohong.

c. Kita harus memilih dosa yang lebih kecil, yaitu lebih baik berbohong daripada membiarkan orang lain dibunuh. Mengasihibyang lemah lebih baik daripada mempertahankan kejujuran.

Matius 12:5 (TB) Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?

Untuk menjalankan hukum yang lebih tinggi, kita melanggar hukum yang lebih rendah maka kita tidak bersalah.

Bukan berarti kita boleh berbohong, tetapi

Ketika kita berada di dalam relasi dimana kejujuran tidak diharapkan, maka kita tidak perlu memberikan kejujuran.

Dalam konteks ada tentara Nazi bertanya kepada kita apakah ada orang Yahudi, tentara itu tidak mengahrapkan kita jujur. Contoh lain, dalam perang, ketika dirampok. Apapun yang kita katakan tidak akan dipercaya.

Kalau bisnis, kejujuran tentu diharapkan. Customer mengharapkan kejujuran dari pemiliki toko. Orang Bank mengharapkan kejujuran dari data kita. Ingatlah, kebanyakan relasi kita kejujuran diharapkan.

4. Bohong dalam bersopan santun.

Misal diundang makan, makanan sudah mau habis, ditanya masih lapar ga? Pasti harus jawab sudah kenyang.

Contoh lain, kita bertamu ditanya, masakannya enak ga? Jawabnya enak. Walaupun kita suka tidak suka jawabnnya tetap enak.

Itu bukan berbohong, tetapi tata krama

Jangan mengingini apapun yang dipunyai sesamamu.

Hukum yang Tuhan berikan adalah soal hati.

Ketika kita sudah menginginkan, itu sudah salah. Jangan menginginkan hamba Tuhan gereja lain, jangan menginginkan pembantu orang lain. Hiject di dunia bisnis sudah biasa dilakukan, tetapi itu tidak boleh dilakukan.

Tetapi bukan berati kita tidak boleh menginginkan apapun. Hal yang boleh diinginkan misalnya, aku ingin menjadi seperti dia mencintai Tuhan, bukan aku ingin kedudukannya.

10 perintah Allah adalah tentang kasih, kepada Tuhan dan sesama. Kebalikan apa yang dilarang itu yang harus kita lakukan.

Bukan sekedar tidak berbohong, tetapi berikan kata2 yang membangun.

Kita sering kali lebih banyak mengeluh daripada berbicara positif. Orang Tionghua sering kali tidak mau memuji anak. Secara psikology tidak sehat. Anak akan merasa tidak pernah membanggakan orang tuanya. Riset membuktikan anak yang dipuji akan semakin lebih baik.

Bukan sekedar tidak menginginkan apa yang dimiliki orang lain, tetapi juga menginginkan agar orang lain menjadi lebih baik.