JANGAN LUPA DARATAN

BACAAN ALKITAB : Mazmur 21
PERENUNGANKU
Pernahkah Anda merasa bahwa hidup terasa begitu lancar: Semua yang Anda cita-citakan atau impikan sudah terwujud, Anda berada di puncak karir, keluarga Anda hidup harmonis, Anda dan orang-orang yang Anda kasihi diberkati dengan kesehatan dan kecukupan, banyak orang mengagumi Anda dan tidak sedikit yang iri terhadap pencapaian Anda saking idealnya kehidupan Anda? Saat Anda mengalami keadaan seperti itu, ke mana hati Anda sedang tertuju?

Kemungkinan, mazmur ini ditulis saat Raja Daud sedang berada di masa keemasan. Dia menikmati posisinya sebagai raja: Bukan sekadar raja biasa, tetapi raja yang agung dan menjadi berkat bagi banyak orang. Segala keinginan hatinya telah berhasil ia raih. Catatan persenta- se kemenangannya hampir tidak bercacat. Hidup terasa sempurna bagi Raja Daud. Yang mengagumkan, saat menikmati semua itu, ia tidak lupa diri. Ia selalu menghubungkan setiap pencapaiannya dengan perbuatan / karya Tuhan dalam hidupnya. Fakta ini terlihat hampir di setiap ayat dalam Mazmur 21. Raja Daud tidak menjadi lupa daratan. Dia mengakui bahwa Tuhanlah yang telah membuat dia menjadi seperti itu. Keadaan Daud mirip dengan pengakuan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15:10, “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” Pengakuan “Karena kasih karunia Allah, bukan karena kekuatanku, bukan karena kesanggupanku, bukan karena fasih lidahku, bukan karena kecakapanku” mengingatkan kita pada lagu “Semua karena Anugerah-Nya” bukan?

Jangan lupa daratan! Kenalilah Tuhan dan tahu dirilah! Bukankah pandemi Covid-19 menyadarkan kita tentang kerapuhan manusia? Jangan menepuk dada untuk setiap kesuksesan atau keberhasilan yang berhasil Anda raih! Apa yang Anda miliki yang tidak berasal dari Tuhan? Tuhan menciptakan kita dengan benih bakat dan talenta unik, bahkan sebelum kita mengenali bakat atau talenta itu. Rayakanlah keberhasilan dan kesuksesan sambil mengingat Tuhan dan mengembalikan segala kemuliaan kepada Dia yang terpuji dan sangat murah hati. Bagi Tuhanlah segala puji, hormat, dan kemuliaan! [MN]




Renungan Seorang Murid GKY Sunter / 2020