GKY Sunter

a�?ADAKAH AMARAH YANG KUDUS?a�? (YESUS)

 

Bacalah :

Yohanes 2:13-16

2:13 Ketika hari raya Paskah A� orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. A� 2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, A� dan penukar-penukar uang A� duduk di situ. 2:15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci A� dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. 2:16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah A� Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”

 

  1. Kenapa Tuhan Yesus marah? (ay. 16b)
  2. Apakah tujuan Allah marah?

Renungkanlah :

a�?Amarah yang kudus.a�? Kenapa ada amarah yang kudus? Hal ini perlu dilihat dari kaca mata hamartiologis di mana dosa merupakan pelanggaran akan hukum dan sifat kekudusan Allah. Berdosa kalau kita melakukan suatu tindakan yang meleset dari tujuan Allah. Tuhan Yesus pernah marah ketika melihat rumah Tuhan di jadikan tempat berjualan. Kekudusan-Nya telah mendorong-Nya untuk menjungkir balikkan meja dan memarahi para pedagang di pelataran rumah Tuhan. Yesus marah karena rumah Tuhan sebagai tempat beribadah tidak dipakai sebagaimana fungsinya.

Memarahi orang lain bukan berarti membenci, namun demi kebaikannya untuk menjadi benar seperti yang dikehendaki Allah. Apa tindakan kita ketika melihat anak yang kita kasihi kecanduan games? Kemarahan yang disampaikan secara tepat dengan alasan yang logis dapat mengarahkan anak kita hidup sesuai kehendak Allah.

 

Lakukanlah

Sebagai pengikut Kristus, marilah kita dapat menunjukkan kemarahan yang kudus untuk menjalankan peran dan tugas kita dengan baik hanya untuk memuliakan nama Tuhan.

A�

Berdoalah

Tuhan Yesus tolonglah mampukan kami untuk berani bertindak benar dan marah terhadap dosa. Amin