GKY Sunter

a�?AMARAH YANG TIDAK TERKENDALI (KAIN)a�?

 

A�

Bacalah :

Kejadian 4:1-15

  1. Apakah yang membuat Kain marah? (ay. 5)
  2. Bagaimana Kain menunjukkan kemarahannya? (ay. 8)
  3. Apakah akibat dari kemarahannya? (ay. 11-12)

Renungkanlah :

Dalam narasi Kain dan Habel ini memperlihatkan akibat dari dosa. Pembunuhan pertama dicatat oleh Alkitab dalam perikop ini. Dosa itu telah merusak hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan sesamanya. Kain menjadi panas hati dan bermuram durja karena Allah mengindahkan persembahan adiknya Habel, namun sebaliknya Allah tidak mengindahkan persembahannya.

Amarah Kain menuntunnya pada dosa yang kejam. Allah sudah mengingatkan Kain agar menguasai diri dari kemarahannya itu a�?dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnyaa�? (ay. 7). Tetapi Kain diam saja mendengarkan teguran Allah justru ia membiarkan amarahnya bertumbuh dan menghasilakan suatu rencana dan tindakan jahat untuk mencelakakan adiknya. Kata Kain kepada Habel, adiknyaA� itu: a�?Marilah kita pergi ke padang.a�? Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh diaa�? (ay. 9). Pada akhirnya Kain harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai pelarian dan pengembara di muka bumi.

Lakukanlah

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan pada Iblisa�? (ay. 27-28).

Berdoalah

A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� Tuhan Yesus tolonglah kami agar memiliki hati yang lembut dan siap menerima teguran dari firman Tuhan atau sesama ketika sedang marah. Amin.