GKY Sunter

Apa peran kita dalam Misi?

Semua orang percaya seharusnya terlibat dalam misi, tetapi tidak SEMUA oprang percaya harus pergi ke ladang misi. Panggilan untuk bermisi adalah panggilan untuk SEMUA orang yang mengaku dirinya dalah MURID Kristus. Apa saja peran yang dapat kita ambil dalam misi?

  1. Goer (misionaris)

Missionaris adalah seorang yang dipanggil Tuhan secara khusus untuk melayani secara lintas budaya, khususnya kepada suku-suku bangsa yang terabaikan., dimana hanay sedikit sekali atau tidak ada orang percaya sedikitpun disana. Seorang Goer A�perlu diperlengkapi sebelum memasuki lading misi yang sangat tandus secara rohani sehingga mereka tetap bias bertahan. Kedewasaan rohani dan karakter, panggilan yang jelas, mengetahui karunia-karunia rohani yang dimilikinya, memiliki informasi tentang lading misi yang akan dimasukinya, merupakan modal awal yang harus dimiliki seorang Goer sebelum ia terjun ke lading misi.

2. Sender ( pengutus)

Dua unsure harus ada dalam melayani sebagai sender: kemurahan hati dan doa. Doa yang mengalir keluar seiring dengan kemurahan hati dalam memberi. Tidak terhitung banyaknya Goer yang berpendapat bahwa dukungan doa lebih mereka butuhkan daripada bantuan dana. Pada tahun 1888-1918 ada 100.000 mahasiswa yang bertekad pergi sebagai Goer ke lading misi tetapi hanya 20.000 mahasiswa yang akhirnya berangkat. Hal ini disebabkan karena hanay sedikit orang/gereja yang berperan sebagai sender.

3. Mobilizer (mobilisator/ fasilitator)

Para mobilizer dapat berpartisipasi dalam penuntasan Amanat Agung dengan cara menggugah orang-orang Kristen lainnya untuk aktif terlibat dalam menjangkau dunia. Mobilizer bertugas untuk memotivasi gereja dengan cara menyodorkan fakta-fakta tentang kurangnya penjangkauan pada suku-suku terabaikan di dunia. Dalam perang dunia II, hanya 1 % orang Amerika yang pergi ke medan pertempuran dan seluruh rakyat lainnya perlu dimobilisasi untuk mendukung perang tersebut. Seorang Mobilizer didalam gereja perlu untuk berjejaring denagn lembaga misi dan Goer dalam rangka mendorong gereja untuk terlibat dalam penginjilan dunia.

4. Intercessor ( Pendoa Syafaat)

Memang semua orang Kristen harus berdoa tetapi berdoa syafaat untuk pekerjaan misi, memerlukan panggilan khusus. Fokus seorang Intercessor adalah berdoa secara khusus untuk kelompok suku-suku terabaikan. J.O. Fraser beliau adalah Goer yang merintis pelayanan ke sukuLisu di Cina Barat Daya diawal 1900an. Fraser memberitakan Kristus selama beberapa tahun di desa pegunungan terpencil tempat tinggal suku tersebut, tetapi hasilnya hamper tidak kelihatan. Dalam keputus asaannya, Fraser meminta 8-10 orang Kristen di negeri asalnya untuk menopang pelayanannya dalam doa. Tahun-tahun berikutnya, ratusan keluarga di suku Lisu mulai menerima Yesus, pada akhirnya terjadi suatu pegerakan suku yang melibatkan puluhan ribu orang Lisu.

Pertanyaannya sekarang : Apakah PERAN yang anda ambil dalam pekerjaan misi?

sumber: dari warta GKY Sunter tgl 21 February 2010