GKY Sunter

Arti Hidup Dalam Kefanaan

meaning-of-life1

By. Vonny Thay

Tak terasa sudah lebih dari setahun mama tiada. Dalam masa perkabungan itu saya merenungkan banyak hal. Kita memang tidak bisa selamanya menggenggam erat apa yang kita miliki. Suatu saat dengan berbagai alasan dan sebab semua akan diambil dari kita. Sungguh benar yang dikatakan oleh kitab Pengkotbah bahwa segala sesuatu adalah sia-sia. Tepatnya segala sesuatu adalah fana. Tiada yang abadi di dunia ini.

Orang yang kita sayangi tak bisa menemani kita selama-lamanya. Akan ada waktunya untuk mengucapkan kata perpisahan. Sekalipun kita tidak pernah mengetahui kapankah saat itu akan tiba. Demikian pula dengan hidup ini. Tiada yang tahu kapankah akan berakhir.

Manusia mengkuatirkan banyak hal seolah-olah ia akan tetap hidup untuk seribu tahun lagi. Manusia terus menimbun harta sebanyak-banyaknya, seolah-olah ia akan hidup selama-lamanya. A�Manusia sering kali menjadi sombong karena berpikir bahwa semua yang dimilikinya saat ini kekal adanya. Manusia sering kali lupa bahwa hidupnya sama seperti harta dan kekuasaan. Semua adalah fana adanya. Hidup manusia seperti rumput yang berkembang di pagi hari dan layu di sore hari.

Jika hidup manusia itu begitu singkat dan fana, apakah yang harus kita lakukan? Sebagian besar orang justru menikmati hidup ini dengan melakukan semua dosa. Dosa itu memang nikmat.A� Tetapi dosa menjerat manusia ke lubang maut dan penderitaan panjang. Tanyalah pada mereka yang hidup dalam kubangan dosa, apakah ada damai yang sejati di dalam hatinya?

Yang membuat manusia bahagia bukanlah memiliki harta yang melimpah. Yang membuat manusia bahagia adalah relasi dan cinta kasih. Bisa menikmati makanan bersama orang yang kita kasihi itu dalah sebuah kebahagiaan. Lalu bagaimanakah dengan kita yang masih lajang? Makan sendirian, tidur sendirian ngapa-ngapain sendirian. Bisakah kita bahagia dalam kesendirian?

Well, untuk itulah jangan menjalani hidup ini sendirian. Bersyukurlah untuk sahabat dan keluarga yang kita miliki. Hargailah mereka. Kita tidak pernah tahu kapan kita masih diberikan kesempatan untuk bersama-sama dengan mereka. Jangan meratapi apa yang tidak ada. Tetapi bersyukurlah untuk apa yang kita miliki sebelum waktu akan mengambilnya dari sisi kita.

Nikmatilah hidup namun jangan berbuat dosa. Kita dapat menikmati hidup dalam koridor yang diijinkan Allah. Batas koridor itu bukan untuk menyiksa kita, tetapi justru untuk melindungi kita. A�Kita bisa makan, hang out dengan teman, berwisata dan menikmati keindahan alam. Banyak hal yang dapat kita nikmati dalam anugerah Allah.

Mari kita bicarakan sesuatu yang lebih mendalam dalam hidup ini. Jika hidup kita begitu singkat, lalu apakah arti hidup ini? Bagaimana kita memandang hidup, akan mempengaruhi bagaimana kita menjalaninya.

Kita mungkin bukanlah seorang raja yang besar seperti Salomo yang akan terus diingat sepanjangA� masa. Kita bukanlah orang suci yang berhati mulia seperti Bunda Theresia yang menolong begitu banyak penderita kusta di India. Kita mungkin juga seorang pengktobah besar seperti Jonathan Edward yang mempertobatkan banyak orang. Kita mungkin juga bukanlah seorang sastrawan besar seperti CS Lewis yang meskipun sudah tiada, karyanya masih diabadikan dan memberkati banyak orang. Lalu apakah yang dapat kita lakukan?

Orang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Kita tidak dapat meminta seseorang untuk terus berada disisi kita untuk selama-lamanya. Namun ada orang yang memberikan dampak baik ada juga orang yang memberikan dampak buruk bagi hidup kita. Saya bersyukur untuk serorang teman yang menyemangati saya untuk tetap menjadi terang bagi keluarga saya yang belum percaya Tuhan. Saya bersyukur untuk seorang paman yang memberikan saya Alkitab pertama dan mengajak saya untuk pergi ke sekolah minggu. Dengan demikianlah saya mengenal Tuhan dan bertumbuh di dalam-Nya. AdaA� hamba Tuhan yang membimbing saya untuk menemukan passion dan berkarya bagi Tuhan. Mereka semua bukanlah orang-orang terkenal. Tetapi mereka adalah orang-orang yang memberikan dampak yang besar dan baik dalam kehidupan saya. Minimal seorang Vonny tidak akan melupakan apa yang mereka lakukan dalam kehidupannya.

Demikian pula dengan diri kita. Setiap orang yang kita jumpai adalah orang Yang Tuhan titipkan untuk kita layani bagi kemuliaan Tuhan. Ketika kita menyadari bahwa diri kita adalah perpanjangan tangannya Allah bagi orang disekitar kita, maka kita akan memandang hidup ini dengan berbeda. Ketika kita bertemu dengan orang yang a�?bermasalaha�? kita tidak akan menghindarinya. Karena mungkin mereka membutuhkan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Ketika kita bertemu dengan mereka yang sedang kesepian, kita akan menyediakan waktu untuk menemaninya. Terkadang mungkin kita tidak menyadari bahwa sentuhan kecil seperti senyuman, sapaan, dan waktu untuk mendengarkan keluh kesah adalah hal yang berarti bagi orang lain.

Dalam masa berkabung selama setahun, tidak banyak yang tahu betapa pahit dan gelapnya hati ini. Sekalipun saya masih bisa tersenyum dan tertawa, namun hati ini menyimpan banyak luka dan kesedihan. Disaat seperti itu ada seorang teman yang meskipun berada jauh disana, namun menyediakan waktunya sekedar untuk menyapa, menanyakan keadaan dan juga menghibur saya. Ketika pikiran saya penuh dengan keraguan dan ketakutan, dia tetap menyemangati dengan kata-kata yang positif. Dia yang terus mendengungkan di telinga saya bahwa percayalah masih ada harapan di dalam Tuhan.A� Bulan demi bulan berlalu. Saya menyadari ada perubahan yang positif dalam diri saya. Dia juga yang membantu saya keluar dari trauma yang membelenggu. Sekalipun kami hanya berteman, dan dia hanya hadir sesaat dalam kehidupanku. Namun aku bersyukur karena mngenalnya. Ketika aku mengatakan semuanya ini, dia mengatakan sepertinya dia tidak melakukan sesuatu yang besar. Well, memang yang dia lakukan hanyalah hal-hal kecil, Namun itu sangat berarti dan membawa perubahan dalam kehidupan saya. Ya, saya terus mengingat orang-orang yang berjasa dalam hidup ini.

Jika kita setiap hari mau berlutut dan berdoa, kita akan peka pada pinpinan Tuhan. Maukah kita meminta pinpinan Tuhan setiap harinya, agar setiap perkataan dan perbuatan kita dapat menjadi berkat bagi orang lain? Itulah hidup yang penuh arti. Bukan karena kita telah mencapai sesuatu yang besar. Tetapi karena kita telah setia melakukan hal yang kecil bagi orang lain. Kita tidak pernah tahu bagaimanakah caranya Tuhan memakai hidup kita. Namun ketika kita menyerahkan hidup ini dalam pinpinan Tuhan dan memandang semuanya dari kacamata Tuhan, maka kita akan melakukan apa yang Tuhan inginkan. Demikianlah kita menggenapi rencana Tuhan di dunia ini.