GKY Sunter

Berjalan Bersama Dengan Tuhan dalam Penulisan Skripsi

By. Vonny Thay

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman bercerita tentang betapa pusingnya dia yang sedang menyusun skripsi. Semua itu membuat ingatan saya menjelajah masa silam. Sebuah perjalanan panjang yang luar biasa yang Tuhan ijinkan saya alami, untuk semakin mengenal dan mengalami diri-Nya.

Teringat saat saya begitu tergiur untuk mengcopy sebuah skripsi dari universitas lain. Saat itu saya begitu takut jika saya tidak dapat menyelesaikan skripsi saya. Saya mendengar begitu banyak pengalaman orang-orang yang tidak lulus-lulus karena skripsi. Saat saya hampir mengfoto-copi skripsi itu, Tuhan menegur saya dengan keras lewat Firman yang disampaikan di mimbar, tentang takut akan Allah. Saya tidak dapat menahan airmata saya. Saya merasa Tuhan berbicara secara pribadi kepada saya. Sebuah pergumulan yang besar untuk taat, menyerahkan andalan saya (skripi orang lain) dan berjalan dalam ketaatan dengan tangan yang hampa. Puji Tuhan, pada akhirnya mengambil keputusan yang benar, untuk berjalan dalam ketaatan. Yang luar biasanya terjadi, adalah akhirnya saya mengetahui bahwa topik itu sudah kebanyakan dan di-black list. hahahahha saya tertawa dalam hati. Saya menyadari bahwa itu ternyata hanyalah ujian bagi ketaatan saya.

Ketika memulai menyusun skripsi ada begitu banyak kendala yang harus dihadapi. Dimulai dari dosen pembimbing. Well, saat itu, dosen pembimbing yangA� saya mau malahan menolak saya dan meremehkan topik skripsi yang saya ambil. Katanya a�? ga level!a�?, Bayangkan perasaan saya saat mendengar topik saya diremehkan seperti itu. Hiks, hiks!

Pada akhirnya saya begitu terperangah ketika membaca siapa yang menjadi dosen pembimbing utama saya. Itu dosen sama sekali tidak pernah terlintas dalam benak saya. Aduh.. Kenapa harus dia sih?

Permasalahan berikutnya adalah tentang buku referensinya. Tadinya saya berpikir, tinggal minta bantuan ke teman saya yang kuliah di UI, pasti ada. Di UI kan lengkap. Namun kenyataannya, ternyata tidak ada. Huhuhuhua�� papa saya bilang a�? kalau di UI saja tidak ada hopeless dah. mau dicari kemana? ga mungkin ditempat lain adaa�? Selama beberapa bulan saya rada hopeless untuk mendapatkan bukunya. beberapa kali saya ikut teman untuk menjelajah perpus di kampus lain, namun jua tak ketemu. semua cara saya jabani. Saya tidak menyerah. Pada akhirnya saya ketemu juga bukunya di sebuah universitas. hehehehe.. terlepas saya yang tidak menyerah dan terus mencoba, saya yakin Tuhan juga yang menuntun saya.

Sekarang giliran penelitian. ada 2 batasan masalah yang saya angkat. batasan masalah yang pertama penelitiannya rada panjang. Apalagi dosen saya mintanya rinci banget. Saat itu saya rada ngedumel, kenapa ya seribet ini. tapi ya nurut aja dech. Waktu saya selesai penelitian untuk batasan masalah yang kedua, saya kaget lagi,karena terbalikannya, hasilnya pendek en minim banget. Saat itu saya ketakutan. Aduh, jangan-jangan saya akan disuruh untuk ganti topik karena hasil penelitiannya ga ok (itu menurut saya). Saya ingat selama beberapa hari saya jadi uring-uringan. Saya takut bertemu dengan dosen pembimbing saya dan memberitahukan hasil penelitiannya. Seorang teman mengingatkan saya, a�? Von, bawa dalam doa. Biar Tuhan yang campur tangana�? benar, doa membuat saya lega, minimal saya berserah, menyerahkan semuanya dalam tangan Tuhan. Diluar, ternyata dosen pembimbing saya dapat menerima hasil penelitian itu.

Saya sampai bengong. saya sampai make sure a�? Pak, tapi hasilnya hanya sesimple ini loh pak! a�?

Trus dengan santai dia jawab a�? Ya kalau emang seperti itu ya sudah, ga napaa�?

a�? Saya tidak perlu ganti topik?a�?

a�?Tidak. Lanjutkan saja!a�?

Begitu saya keluar dari ruangannya, saya bersorak sorai. Wah, leganya. Tuhan baik banget!!!

Akhirnya skripsinya bisa selesai tepat waktu. Saya tinggal tunggu waktu pengumuman sidangnya. Karena saat itu saya sudah tidak ada pelajaran lagi, saya jarang ke kampus. Saya minta tolong adik saya untuk lihat pengumumannya. Adik saya selalu bilang, nama saya belum keluar di jadwalnya. oo.. ya uda tenang dech. Jadi santai gitu..

Suatu hari saya iseng saja ke kampus. Ga ada kerjaan juga sih. iseng juga saya perhatikan papan pengumuman. Saat itu saya berpikir, mungkin ada sidang yang bisa tonton. Tetapi saya shock berat ketika melihat nama saya tercantum dipapan pengumuman itu. Haaaa???? kok uda muncul? jangan2 uda lewat lagi. pas saya baca tanggalnya, saya juga shock campur legaa�� ternyata ujiannya besok!!!!! ya ampun, gimana ini??? belum persiapan. uaaaaaa. a�? Weweeee(adik saya). kurang ajar, katanya belum ada, ternyata ada. uaaaaaa�?. (Histeris ga jelas dalam hati.. wkkakakakak)

Saya panik, langsung menemui dosen pembimbing dan menceritakan shocknya saya. Ini gimana? Sidangnya tinggal besok tapi belum persiapan sama sekali. Dosen saya menjawab dengan santai, ya sudah, persiapan saya sekarang ! 😀 Ya, beginilah orang melo ketemu ma orang Flegmatig. Hehehhe ada baiknya juga, jadi emosi bisa lebih reda.

Hal kedua yang membuat saya shock, karena saya mendapatkan dosen penguji yang terkenal killlera�� dia adalah dosen yang dulu pernah saya minta untuk menjadi dosen pembimbing tapi ga mau. Katanya, a�? ga levela�? Uaaaa�� koq sekarang dia yang jadi dosen penguji? Gimana nasibku? huhuhuhu Pasti kena bantai..

Sore itu saya persiapkan presentasi di OHP. dan mulai meminjam buku2 yang mungkin akan berkaitan dengan skripi saya. Saya panik luar biasa. malam stress susah tidur karena tegang. Sambil belajar, sambil praise en worship. sambil klaim a�? Kalau dulu Tuhan menuntun Bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, maka kini Tuhan akan menuntun saya keluar dari kampusa�? hahahahah Maksa banget sih! Apa hubungannya coba? Maklum orang stress jadi mikirnya rada-rada ga nyambung.

Sidangpun dimulai. Dosen penguji 1 hanya bertanya singkat, 15 menit. sisanya 2 jam ditanya oleh dosen penguji 2 yang killer itu loh! Tapi luar biasanya, Tuhan benar-benar memberikan saya hikmat untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan. ada saatnya saya membela argumen dalam skripsi saya, ada saatnya saya mengaku kalau saya tidak meneliti sejauh itu. Tetapi ternyata apa yang saya pelajari, sama sekali tidak ditanya. Saat itu saya sadar, oooo itu sebabnya Tuhan membiarkan saya mengetahui sidang skripsi satu hari sebelumnya. Karena kalau dari jauh-jauh hari juga ga ada gunanya. Belajar banyak, tapi ga kepake. yang ada stressnya dan tegangnya kelamaan.

Saat sidang,A� salah satu pertanyaan dosen itu, bisa saya jawab juga, karena detail yang pernah diminta oleh dosen pembimbing saya dulu. Saya pada akhirnya benar-benar menyadari bahwa dosen pembimbing yang Tuhan berikan namun tidak saya harapkan, itu benar-benar dosen pembimbing yang terbaik untuk saya. Well, ita��s true. God know what best for us.

Sidangpun selesai. Keempat dosen berdiskusi untuk memutuskan apakah saya lulus atau tidak. Sebelumnya saya pernah menonton sidang skripsi teman saya. dia dibilang ga lulus, sampai nangis. Tenyata itu hanya untuk menaakut-takuti saja. hehehe Dia lulus kok! Nah, giliran saya bilang dalam hati saya, a�? Von, nanti kalau ditakut-takutin sama dosen, jangan nangis yaa��a�? Saya menarik nafas panjang. Saya mempersiapkan hati untuk berita buruk yang mungkin akan disampaikan. a�?Kuat ya, Von. Jangan menangis.a�?

Keempat dosenpun akhirnya kembali memasuki ruangan. Hari saya begitu tegang. Tidak tahu apa yang akan disampaikan oleh keempat dosen tersebut. a�? Setelah kami merundingkannya, maka dengan ini kami memutuskan, bahwa kamua��. lulusa�?

Mendengar itu saya bengong. Saya lulus? kok simple amat! saya ga ditakut-takutin? hahahahha.. ya wes lah!

Keesokan harinya saya bertemu dengan dosen penguji saya yang killer itu di ruang dosen. SaatA� itu dia juga sedang ada anak bimbingan yang akan sidang. A�Saya tidak menyangka saat dosen itu berkata kepada anak bimbingannya, a�? Kamu belajar dari dia (saya). sidang dia bagus banget. a�?

Asli, saya bengong. Kok bisa-bisanya saya dipuji dia? kan dulu dia yang meremehkan topik skripsi saya?

Jika dulu, saya hanya berharap bisa lulus tepat waktu saja. dapet B juga ga napa dech! Tetapi Tuhan memberikan hal yang luar biasa. Pada akhirnya saya lulus bukan hanya tepat waktu, tetapi bahkan mendapatkan nilai A. keempat dosen sepakat memberikan nilai A kepada saya.

Guys, apa yang ingin saya katakan. ketika kita berjalan bersama dengan Tuhan, mungkin ada banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita. Tetapi yakinlah apa yang Tuhan berikan kepada kita sungguh adalah yang terbaik, walau pada saat kita menerimanya itu tidak sesuai dengan harapan kita. Saat jalan terlihat tertutup, jangan menyerah. Akan ada saatnya jalan akan terbuka. Berjalan dengan Tuhan sering kali penuh dengan kejutan. Namun dalam perjalanan itu kita akan belajar mengalami Tuhan. A�Itulah yang terpenting dari semuanya. Pada akhirnya kita akan semakin mengenal Dia, mengasihi Dia dan berjalan dalam kehendak-Nya untuk kemuliaan-Nya. Amin