GKY Sunter

Berkat Ombak Besar

 

By Vonng Thay

Tidak ada yang menyukai berlayar di samudra luas ditengah badai dengan ombak yang besar. Kencangnya angin dan deburan ombak yang besar dapat saja menenggelamkan kapal.A� Namun ketika kita terlahir di dunia ini, kita memang sudah ditakdirkan untuk berlayar dalam samudra kehidupan. Kita tidak dapat mengharapkan langit selalu biru dan laut selalu tenang sehingga kita dapat berlayar dengan damai. Badai datang, sering kali tidak dapat kita terka. Dan sering kali badai itu tidak dapat kita hindari, tetapi harus dihadapi. Pilihannya hanya dua, kedalikan kapal dan tahlukan ombak atau mati tenggelam. Kedua pilihan itu memang bukanlah pilihan yang mudah atupun enak untuk lakukan. Tetapi itulah pilihanA� yang ada di depan mata kita. Manakah yang harus kita ambil?

Sebagian orang tidak mau memilih kedua-duanya. Mereka memilih untuk lari dari masalah. Mereka berpikir dengan lari dari masalah tersebut, masalah sudah selesai. Well, mungkin benar bahwa hidup akan menjadi tenang. Namun hal itu hanyalah untuk sesaat, tidak untuk selamanya. Kemanapun kita melangkah, kemungkinan harus menghadapi badai tetaplahA� ada. Dan selama kita tidak mau berjuang untuk menahlukan ombak besar itu, maka selamanya kita akan menjadi pecundang yang terus lari ketika ada masalah. Umur boleh saja terus bertambah, namun Kita akanA� menjadi orang yang tidak menjadi bertambah bijak ataupun menjadi lebih kuat. Kita tidak pernah bertumbuh menjadi lebih dewasa, baik secara skill maupun secara mental. Mengapa? Karena kita tidak pernah mau menghadapi masalah dan menyelesaikannya. Lari dari masalah bukanlah pilihan bijak. Demikian juga dengan tindakan saling melemparkan kesalahan kepada orang orang lain, itupun adalah tindakan seorang pecundang.

Orang yang berjiwa besar adalah orang yang mau mengakui kesalahannya, memperbaikinya, menerima masukan dan juga terus belajar untuk semakin lebih baik. Mereka yang berani menghadapi masalah dan menyelesaikannya adalah orang a��orang pemberani yang pasti akan memenangkan medan pertempuran. Mereka yang terus bangkit dari kegagalan akan menemukan jalan menuju keberhasilan.

Ketika saya masih kecil, saya sering mendengar ayah atau ibu saya bercerita tentang masa muda mereka. Mereka bercerita dengan bangga tentang kisah bagaimana mereka mengatasi masalah demi masalah yang menghimpit hidup mereka. Pikirkanlah tentang ini. Kisah apakah yang akan dengan bangga dapat kita ceritakan kepada anak cucu kita, jika tidak ada kemenangan atas badai hidup yang kita raih? Mungkinkah kita dapat bangga dengan bercerita tentang kemudahan-kemudahan yang kita dapat dalam kehidupan kita? Ataukah kisah tentang pelarian kita dari masalah-masalah yang menghimpit? Lalu teladan apakah yang dapat kita wariskan kepada mereka? Biarlah suatu hari kita dapat dengan bangga mengisahkan kisah hidup kita kepada anak cucu kita dan memberikan teladan kepada mereka tentang bagaimana harus menjalani hidup ini dengan baik dan bijak.

Satu hal yang pasti, ketika kita menghadapi badai, Tuhan mengijinkannya terjadi karena tahu bahwa semua itu tidaklah melampaui batas kekuatan kita. Jika Tuhan saja percaya bahwa kita dapat mengatasinya, mengapakah justu kita yang meragukan diri kita sendiri? Tuhan selalu beserta kita, siap untuk memberikan kekuatan dan hikmat ketika kita mau bersujud dihadapannya untuk memintanya.

Ketika kita melihat ombak besar di hadapan kita, janganlah gentar hati kita. Mari kita melihat bahwa ombak besar yang ada didepan mata kita bukanlah ombak yang akan menghancurkan kita namun justru akan menjadikan kita seorang pelaut ulung dikemudian hari.A�A� Sebab pelaut ulung lahir dari ombak yang besar.

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. A�(1 Korintus 10:13)