GKY Sunter

Buah Roh adalah Kasih



Kita membaca bahwa a�?kasih memenuhi hukum Taurat a�?dan kerinduan saya adalah untuk berbicara bahwa kasih adalah buah dari Roh Kudus. Kalimat ini mungkin menjadi perhatian dalam benak kita. Mari kita coba memeriksa hidup kita. Apakah hal ini telah menjadi kebiasaan kita sehari-hari untuk berusaha agar dipenuhi oleh Roh Kudus sebagai Roh Kasih? a�?Buah Roh adalah Kasiha�?Apakah hal itu telah menjadi pengalaman kita bahwa semakin kita dipenuhi oleh Roh Kudus semakin kita menjadi orang yang mengasihi? Kita harus menjadikan hal ini sebagai hal pertama yang kita harapkan dari Roh Kudus. Roh Kudus hadir sebagai Roh untuk mengasihi. Oh, Jika hal ini benar-benar terwujud di gereja Kristus maka gereja tentu akan sangat berbeda. Semoga Tuhan menolong kita untuk memegang kebenaran illahi yang sederhana ini bahwa Buah Roh adalah kasih yang terpancar dalam hidup kita. Hal itu dapat terjadi hanya jika Roh Kudus memegang kendali hidup kita, maka hati kita akan dipenuhi dengan kasih yang sejati, suci dan universal.

Satu penyebab terbesar mengapa Tuhan tidak dapat memberkati gereja-Nya adalah karena masalah kasih ini. Ketika gereja terpecah-pecah, maka tidak akan ada kekuatan. Hanya ketika umat Tuhan berdiri sebagai satu tubuh, satu dihadapan Tuhan dalam persekutuan akan kasih, memperhatikan satu dengan lainnya dengan kasih, satu dihadapan dunia di dalam kasih yang dapat di lihat oleh dunia. Dan jika ada yang harus terus kita doakan adalaha�?Tuhan, leburkan kami menjadi satu dengan kuasa dari roh Kudus. Biarkanlah Roh Kudus yang pada saat hari Pentakosta membuat mereka semua menjadi satu hati dan satu jiwa, pada saat ini juga menyatakan karya-Nya ditengah-tengah kita. Puji Tuhan, kita dapat mengasihi satu sama lain dalam kasih yang kudus karena a�?buah Roh adalah Kasiha�?. Serahkanlah diri kita untuk dipinpin Roh Kudus, maka Dia akan mengajari kita untuk dapat mengasihi dengan lebih lagi.

Allah Adalah Kasih

Sekarang, mengapakah buah Roh adalah Kasih? Karena Allah adalah Kasih. Apakah Artinya?

Merupakan sebuah hal yang alami bahwa Tuhan mengkomunikasikan dirinya. Allah tidak egois. Allah tidak menyisahkan apapun untuk dirinya. Sudah merupakan natur Allah untuk selalu memberi. Dalam matahari, bulan, bintang, dalam setiap bunga yang kamu lihat, dalam setiap burung yang terbang di udara, Allah mengkomunikasikan hidup pada ciptaan-ciptaannya. Karena Allah adalah kasih, Dia memberikan kepada mereka kemuliaan-Nya dan berkat-Nya. Dan kita, anak-anak yang ditebus-Nya, Allah dengan senang hati melimpahkan kasih-Nya kepada kita. Dan mengapa? Seperti yang saya katakan bahwa Allah tidak menyisahkan apapun untuk diri-Nya sendiri. Dari kekekalan Allah hanya memiliki Anak-Nya yang A�tunggal, dan Allah memberikan kepada-Nya semua.

Semua Manusia membutuhkan Kasih

Ada satu kebutuhan besar umat manusia, yang untuknya Kristus datang untuk menebus dan menggenapi: yaitu untuk memulihkan kasih pada dunia.

Ketika Adam jatuh dalam dosa, mengapakah ia bisa jatuh? Karena keegoisan A�yang telah menang. Adam lebih mementingkan dirinya daripada Tuhan. Dan lihat saja! Adam mulai menyalahkan Hawa karena telah membuat dia berdosa. Kasih kepada Tuhan telah hilang. Kasih kepada sesama manusia juga telah lenyap. Lihatlah sekali lagi, anak dari Adam menjadi pembunuh saudaranya sendiri.

Bukankah semua itu telah mengajarkan kepada kita bahwa dosa telah mencuri kasih dari dunia? Ah! Inilah bukti dari sejarah dunia bahwa kasih telah lenyap! Memang ada banyak contoh yang indah dari kasih yang masih ada di dunia, namun itu adalah sedikit dari kasih yang sesungguhnya yang telah hilang.

 

Tuhan Yesus Kristus telah datang ke dunia sebagai Anak yang Dikasih Allah. ” Karena bergitu besar kasih Allah akan A�dunia ini sehingga Dia memberikan anak-Nya yang tunggal yang dikasihi-Nya” A�Anak Allah datang ke dunia untuk menunjukan apakah itu kasih, dan dia menghidupi hidup yang penuh dengan kasih di tengah dunia dalam persekutuannya dengan murid-murid-Nya, berbelas kasih pada yang miskin dan terhilang, Dia mengasihi musuh-musuh-Nya, dan kematian-Nya adalah kematian karena kasih. Dan ketika Dia kembali ke surga, siapakah yang Dia utus? Roh Kudus yang adalah Roh Kasih datang untuk menghapuskan keegoisan, kejahatan dan kesombongan dan memberikan kasih Allah ke dalam hati manusia. ” Buah Roh adalah Kasih” . Ingatlah dalam Injil Yohanes pasal yang ketigabelas, bahwa sebelum Yesus menjanjikan Roh Kudus, dia memberikan sebuah perintah baru dan tentang perintah itu ada satu hal yang indah. yaitu ” Sebagaimana Aku telah mengasihi kamu, kasihilah satu dengan yang lain” A�Kepada mereka, bahwa kematian-Nya yang karena kasih adalah satu-satunya hukum dalam mereka berinteraksi satu sama lain. Sebuah pesan kepada para murid yang penuh dengan kesombongan dan keegoisan. : Belajarlah untuk mengasihi satu sama lain:” Kata Kristus. ” Sebagaimana Aku telah mengasihi kamu.” dan dengan anugrah Allah mereka telah melakukan hal itu. Ketika hari Pentakosta datang, mereka menjadi satu hati dan satu jiwa. Kristus melakukan itu untuk mereka. Dan saat ini Dia memanggil kita untuk tinggal dan mberjalan dalam kasih. Dia meminta bahwa meskipun orang membenci kita, namun tetap kita mengasihinya, Kasih yang sejati tidak dapat ditahlukkan oleh apapun baik di surga maupun di dunia. Semakin banyak yang membenci, semakin kasih akan memenangkan semuanya dan memperlihatkan naturnya yang sejati. Inilah kasih yang Kristus perintahkan kepada muri-muridnya untuk dipraktekkan. ” Dengan ini dunia akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku A�yaitu jika kamu saling mengasihi.”

 

Kita semua tahu apa artinya mengenakan lencana. Dan Kristus mengatakan pada murid-murid-Nya ” Aku memberikan kepadamu sebuah lencana. Dan lencana itu adalah Kasih. Itu akan menjadi tandamu. Itu adalah satu-satunya cara di surga dan di bumi dimana orang dapat mengenal Aku”

Tidakkah kita takut bahwa kasih mulai hilang dari bumi? Itu terjadi ketika kita bertanya pada dunia, ” Apakah kamu melihat kami mengenakan lencana kasih?” Dunia pun menjawab :” Tidak”. Marilah kita dengan satu hati meminta kepada Allah semoga kita sungguh mengenakan lencana kasih dari Yesus. Allah dapat memberikannya kepada kita.

Diterjemahkan dari buku a�?Absolute Surender”A�By Andrew Murray