GKY Sunter

Buku a�?RESPECTABLE SINSa�? Jerry Bridges. BAB 14 TIDAK SABAR DAN MUDAH MARAH

Apa yg dimaksud dengan Dosa Tidak Sabar dan Mudah marah?

  • Ketidaksabaran ini merupakan respon kepada tindakan-tindakan orang lain yang biasanya tidak disengaja dan sering ketidaksabaran diekspresikan dengan kata-kata atau tindakan yang tidak baik. Ketidaksabaran sangat erat dengan marah.
  • Ketidaksabaran bisa dalam konteks keluarga maupun yang lebih luas. Misalnya tidak sabar dalam mengemudi, tidak sabar dalam antrian, tidak sabar terhadap pelayanan di toko, dan sebagainya.
  • Ketidaksabaran adalah perasaan jengkel atau gusar yang kuat, maka sifat mudah marah adalah frekuensi dari ketidaksabaran atau seberapa mudah orang menjadi tidak sabar karena provokasi yang paling ringan. Orang yang mudah dan sering menjadi tidak sabar adalah orang yang mudah marah.

 

Jalan Keluar dari Dosa Tidak Sabar dan Mudah Marah:

  • Kenali diri dan terima bahwa kita mungkin orang yang mudah marah.
  • Kenali situasi dalam hidup yang membuat kita menjadi tidak sabar.
  • Cara mengatasinya: belajar memaafkan dan memahami serta mengekspresikan kasih (a�?Kasih menutupi banyak sekali dosaa�? a�� 1 Pet. 4:8) a�� seharusnya lebih banyak kasih menutupi yang membuat kita jengkel.
  • Sabar adalah salah satu deskripsi tentang kasih (1Kor. 13:4). Kesabaran adalah salah satu buah Roh (Gal. 5:11-12). Di Ef. 4:1-2, Paulus mendorong kita untuk sabar. Di Kol. 3:12 kita diperintahkan untuk bersabar.

 

Bila berhadapan dengan orang yang mudah marah

  • Berespon seperti Tuhan Yesus: a�?Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam tetapi terus mempercayakan diri-Nya kepada Dia yang menghakimi dengan adila�? (1 Petrus 2:23). Kadang-kadang ini pilihan terbaik.
  • Menghadapi orang yang terus menerus tidak sabar dengan mengemukakan contoh-contoh dari ketidaksabarannya. Ini dilakukan bila kita telah memberesken persoalan di dalam hati kita sendiri sehingga dapat berbicara kepadanya untuk kebaikan orang itu, bukan sekadar membuat hati kita tenang.
  • Apabila orang itu defensive, perlu mengingat teladan Tuhan Yesus di 1 Petrus 2:23.
  • Jangan lupa, kiranya kita bersikap sama kerasnya terhadap diri kita dalam hal dosa yang tersembunyi seperti dosa pada diri orang lain yang kita responi.