GKY Sunter

Buku a�?RESPECTABLE SINSa�? Jerry Bridges. BAB 15 Kemarahan

Apa itu Dosa Kemarahan?

  • Kemarahan: perasaan tidak senang yang kuat, biasanya perasaan antagonism.kemarahan serngkali disertai dengan emosi-emosi, kata-kata dan tindakan-tindakan berdosa yang menyakiti mereka yang menjadi obyek kemarahan kita.
  • Catatan: buku ini tidak membahas kemarahan yang terus menerus, yang mengakibatkan kekerasan verbal atau fisik. Yang dibahas adalah kemarahan umum yang seolah-olah kita terima sebagai bagian dari hidup.
  • Tentang marah: tidak ada orang yang membuat kita menjadi marah. Kata-kata atau tindakan mungkin menjadi alasan kita marah, namun penyebab sebenarnya jauh di dalam diri kita, seperti kesombongan kita, keegoisan kita, keinginan yang tidak terkabul, dan sebagainya. Selain itu, kita mungkin menjadi marah karena kemarahan orang lain.

 

Jalan Keluar dari Dosa Kemarahan:

  • Mengingat Allah. Respon apa yang Allah tuntut dari saya dalam situasi yang dihadapi. Bagaimana saya dapat memuliakan Allah lewat respon saya? Memang tidak mudah, tetapi kita bisa dan harus mengembangkan kebiasaan untuk berpikir seperti ini.
  • Agar dapat menghadapi kemarahan dengan cara yang memuliakan Allah
  1. Menyadari dan mengakui kemarahan kita dan keberdosaannya.
  2. Bertanya, mengapa menjadi marah?
  3. Bertobat dari akar atau penyebab maraha��seperti kesombongan, keegoisan, dan lainnya.
  4. Mengubah sikap kita terhadap orang atau orang-orang yang memicu kemarahan kita.
  5. Jika ekspresi marah kita eksternal, perlu meminta maaf kepada orang yang telah dilukai.
  6. Menyerahkan penyebab amarah itu kepada Allah. Terutama ini berlaku bila kita menjadi obyek dari kemarahan atau obyek perlakuan tidak adil.
  • Kemarahan benar apabila:
  1. Persepsi yang akurat tentang kejahatan sejati. Kemarahan benar bila berfokus pada Allah dan kehendak-Nya bukan kepada saya dan kehendak saya.
  2. Kemarahan yang benar selalu terkendali.

 

*) Kemarahan Terhadap Allah

  • Marah karena Allah mengecewakan, atau merasa Allah memusuhi.
  • Orang percaya bisa dan pernah marah sejenak kepada Allah. Tetapi kita harus menyadari sikap ini sebagai dosa dan bertobat darinya.
  • Cara mengatasinya kemarahan terhadap Allah:
  1. Percaya kepada kedaulatan, hikmat dan kasih Allah.
  2. Membawa ketidamengertian dan kebingungan kita kepada Allah dengan cara yang rendah hati dan penuh kepercayaan.