GKY Sunter

Buku a�?RESPECTABLE SINSa�? Jerry Bridges. BAB 7 KEFASIKAN

 

 

Apa itu dosa kefasikan?

  1. Menjalani kehidupan sehari-hari dengan sedikit atau tanpa berpikir tentang Allah, atau tentang kehendak Allah, atau tentang kemuliaan Allah. Seseorang dapat menjalani kehidupan yang terhormat dan tetap fasik dalam pengertian bahwa Allah pada hakikatnya tidak relevan dalam kehidupannya. Mereka mungkin ramah, sopan, dan suka menolong orang lain, tetapi Allah sama sekali tidak ada dalam pikiran mereka.. Mereka bukan orang-orang durhaka, tetapi mereka fasik.

 

Beberapa bentuk ekspresi dari dosa kefasikan:

  1. Hadir di gereja selama satu jam atau lebih setiap minggunya tetapi kemudian menjalani sisa minggu itu seolah-olah Allah tidak ada.
  2. Menyusun rencana-rencana kita tanpa mengakui kebergantungan total kita kepada Allah untuk menggenapinya (bandingkan dengan Yakobus 4:13-15).
  3. Menjalani kehidupan tanpa memikirkan tentang pertanggungjawaban hidup kepada Allah dan tanggung jawab kita untuk hidup menurut kehendak moral-Nya seperti yang diwahyukan kepada kita dalam Alkitab (bandingkan dengan Kolose 1:9-10).
  4. Doa yang berpusat pada manusia, bukan pada Allah. Kita memperlakukan Allah sebagai a�?pesuruh ilahia��.
  5. Kerinduan yang terlalu kecil untuk mengembangkan suatu relasi yang intim dengan Allah (bandingkan dengan Mazmur 42:2-3).

A�

Bagaimana mengatasi dosa kefasikan?

  1. Melatih diri kita untuk beribadah (1 Timotius 4:7). Kata a�?melatiha�� terkait dengan komitmen, konsistensi, dan disiplin dalam latihan.
  2. Memiliki kesadaran penuh bahwa setiap momen dalam hidup kita dijalani dalam hadirat Allah; bahwa kita bertanggungjawab kepada Dia dan bergantung kepada-Nya.

Berdoa supaya Tuhan menjadikan kita lebih peka terhadap fakta bahwa Allah melihat segala sesuatu yang kita lakukan.