GKY Sunter

Diperkenan Allah Bukan Diperkenan Dunia

Jumat, 10 Maret 2016

Bacalah : Matius 5:13-16

13 A�A� “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

14A� Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

15A� Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

16A� Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

 

 

Renungkanlah:

  1. Menurut perikop yang kita baca, apakah peran setiap kiat di dunia ini?
  2. Apa fungsi dari garam dan terang?
  3. Bagaimana kalau kita tidak menjalankan peran kita?

Seringkali di dalam kehidupan kita, kita diperhadapkan dengan 2 pilihan, yaitu melakukan sesuatu yang benar tetapi dijauhi oleh orang-orang disekitar kita atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan tetapi kita diterima oleh dunia ini. Perikop hari ini mengingatkan bahwa setiap kita adlah garam dan terang. Kita seharusnya dapat memberikan terang dan memberikan rasa yang berbeda di dunia ini. Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa setiap orang percaya pastilah dibenci oleh dunia ini karena dunia ini tidak mengenal Allah. Jadi apabila kita melakukan firman Allah dan dunia membenci kita, itu sudah sewajarnya terjadi karena kita adalah anak-anak Tuhan. Melakukan apa yang diperkenan Allah adalah sebuah kebanggaan.

Lakukanlah : Mari kita belajar untuk hidup sesuai firman Tuhan walaupun karena itu kita dijauhi oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.

Doa: berdoa supaya Tuhan memberikan kekuatan dan keberanian untuk selalu melakukan firman Tuhan di dalam kehidupan kita ini