GKY Sunter

GEREJA SEBAGAI UMAT PILIHAN

a��Rabu, 13 Juli 2016

Bacalah : Efesus 1:3-14
1. Sejak kapankah saya dan saudara telah dipilih oleh Allah? (3)

2. Apakah tujuan pemilihan Allah dalam diri kita? (4)

Renungkanlah:

Luar biasaa��. Ajaiba��. Itulah mungkin kata-kata yang dapat kita katakana tentang pilihan Allah atas diri kita. Bagaimana tidak? Saya dan saudara sudah dipilih Allah sebelum dunia dijadikan. Saya dan saudara sudah ada dalam pikiran Allah sebelum dia menciptakan dunia ini? Apakah yang dapat kita katakan tentang hal itu mengenai manusia? Betapa berharga diri saya dihadalan Allah! Betapa Dia menjaminkan saya mengalami kasihNya yang kekal.

Hal yang kedua tujuan pemilihan Allah adalah supaya kita kudus tidak bercacat di hadapanNya.  Dalam hal ini ada dua hal yang penting. Pertama tujuan kekudusan itu adalah tujuan Allah dan Tuhan sudah menyatakannya dengan menebus kita di kayu salib supaya kita menjadi orang kudusNya. Namun yang kedua adalah kekudusan yang juga harus menjadi tujuan hidup kita sebagai orang yang sudah diselamatkanNya. Itu yang dikatakan dalam 2 Kor.7:1: a�?Marilah kita menyucikan diri kita.a�? Jadi setelah kita diselamatkan, harus ada sinergi rohani antara kita dengan Roh Allah supaya kita mencapai kekudusan yang Tuhan harapkan. Kita harus berjuang. (Rom 7:21-25).

Lakukanlah: Kita harus berani memotong ranting-ranting hidup kita yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Mis. Sifat pemarah, pembohong, dll.

Doakanlah: Tuhan kiranya memampukan kita hidup dalam kebenaran firmanNya sehingga kita bisa mencap[ai kehidupan yang tidak bercacat.