GKY Sunter

A�Godaan untuk tidak taat pada suara Tuhan.

Rabu, 27 Januari 2016

Bacalah: A�Bilangan 22:7-20

7 Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.
8 Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: “Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.” Maka tinggallah pemuka-pemuka Moab itu pada Bileam.
9 Kemudian datanglah Allah kepada Bileam serta berfirman: “Siapakah orang-orang yang bersama-sama dengan engkau itu?”
10 Dan berkatalah Bileam kepada Allah: “Balak bin Zipor, raja Moab, mengutus orang kepadaku dengan pesan:
11 Ketahuilah, ada bangsa yang keluar dari Mesir, dan permukaan bumi tertutup olehnya; karena itu, datanglah, serapahlah mereka bagiku, mungkin aku akan sanggup berperang melawan mereka dan menghalau mereka.”
12 Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati.”
13 Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: “Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu.”
14 Lalu berangkatlah pemuka-pemuka Moab itu dan setelah mereka sampai kepada Balak, berkatalah mereka: “Bileam menolak datang bersama-sama dengan kami.”
15 A� Tetapi Balak mengutus pula pemuka-pemuka lebih banyak dan lebih terhormat dari yang pertama.
16 Setelah mereka sampai kepada Bileam, berkatalah mereka kepadanya: “Beginilah kata Balak bin Zipor: Janganlah biarkan dirimu terhalang-halang untuk datang kepadaku,
17 sebab aku akan memberi upahmu sangat banyak, dan apapun yang kauminta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Datanglah, dan serapahlah bangsa itu bagiku.”
18 Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak: “Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah TUHAN, Allahku.
19 Oleh sebab itu, baiklah kamupun tinggal di sini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.”
20 Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: “Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan.”

Renungkanlah:
  1. Apa tujuan Raja Moab mengirim utusannya bertemu dengan Bileam ? (ayat 10-11)
  2. Apakah jawaban Tuhan kepada Bileam ? (ayat 12)
  3. Godaan apa yang datang kepada Bileam untuk tidak taat pada suara Tuhan? (ayat 15-17)

Bileam adalah seorang pelayan Tuhan, ada penafsir yang mengatakan ia seorang nabi yang sangat unik. Tuhan berbicara dengan jelas kepadanya supaya jangan mengutuk umat Tuhan dan iapun sampaikan maksud Tuhan kepada utusan-utusan dari raja Moab, Balak. Tetapi kemudian raja Balak menawarkan upah dan hadiah yang lebih besar kepadanya, supaya mengutuk umat Israel. Ia tergoda dan bertanya lagi kepada Tuhan, apakah boleh mengutuk umat Israel. Akhirnya melalui seekor keledai Tuhan berbicara kepada Bileam. Dalam II Petrus 2:15-16, menyatakan karena mengejar upah, maka Bileam jatuh pada jalan yang jahat. Dunia ini seringkali menawarkan berbagai hadiah yang indah bagi kita supaya tidak taat pada suara Tuhan, seperti hadiah kedudukan, harta atau kenikmatan jasmani. Ingatlah kita tetap harus setia dan taat pada suara Tuhan, supaya jangan jatuh ke jalan yang sesat.

Lakukanlah:

Jangan tergoda oleh berbagai daya tarik dunia ini, tetapi telitilah segala sesuatu yang ditawarkan dunia, apakah itu sesuai dengan Firman Tuhan atau sebaliknya membawa kita jauh dari Tuhan.

Doa:

Tuhan sertai setiap langkah hidupku, berikan kepadaku mata iman yang tajam untuk melihat apa yang dari Tuhan dan apa saja yang merupakan godaan yang menjatuhkan. Amin