GKY Sunter

Hal yang Terindah dalam Perayaan Tahun Bari Imlek

By. Effendi

Asyiikkka��a��a�� sebentar lagi hari raya Imlek, tinggal hitungan hari sajaa��a��., bisa kumpul-kumpul keluarga, makan enak,  berbagi rejeki, dapat Ang Pao, baju baru, rambut barua��a��.. Itulah sebagian sukacita saat perayaan Imlek.Namun dari semua itu, apakah yang paling penting?

Di beberapa kota-kota di Indonesia perayaan Imlek dirayakan dengan meriah seperti di kota Medan, Singkawang, Palembang, Semarang, Solo, dll. Biasanya kemeriahan imlek akan berlangsung sampai perayaan Cap Go Meh (hari ke lima belas sejak hari raya Imlek).

Apabila kita kilas balik ke sejarah perayaan Imlek itu sendiri yang menurut saya ceritanya lebih ke legenda, dimulai ketika hewan mitos jahat yang disebut sebagai a�?Niana�? yang berarti a�?Tahuna�? dalam bahasa Mandarin. Makhluk mitos yang selalu muncul pada hari pertama penanggalan di China akan dihalau dengan bunyi keras dan konon hewan tersebut takut dengan warna merah sehingga seringkali saat perayaan Imlek banyak nuansa berwarna merah diselingi suara petasan dimana-mana. Itulah sebabnya warna merah dianggap hoki.

Namun pada jaman modern ini, perayaan Tahun Baru Imlek sering disebut dengan istilah Festival Musim Semi. Hal ini dikarenakan sesungguhnya Perayaan Imlek adalah merayakan pergantian dari musim dingin ke musim semi. Perayaan ini sesungguhnya merayakan harapan baru dan kehidupan baru. Itu sebabnya kita memiliki kebiasaan memakai baju baru dan membersihkan rumah. Semua berarti dengan sukacita meyambut sesuatu yang baik dan baru di tahun yang baru.

Bagi keluarga kami yang generasi orang tuanya terlahir di Indonesia, saat jaman orde baru kegiatan perayaan seperti itu sempat dilarang sehingga perayaan-perayaan seperti itu sudah mulai memudar. Sampai era pemerintahan Gusdur baru seremonial Imlek mulai diperkenalkan kembali.

Kami lima bersaudara, setiap tahunnya sejak kami kecil hingga sampai sudah berkeluarga, mama saya selalu mengundang anak-anaknya dan suami / istrinya beserta cucu-cucunya untuk kembali berkumpul di rumah menikmati makan malam bersama. Bisa dibayangkan kehidupan keseharian di rumah yang biasanya sepi tiba-tiba diramaikan oleh dua puluh orang lebiha��..

Sungguh suatu hal yang mungkin hanya terjadi setahun sekali dimana setiap kami sudah sibuk dengan pekerjaan dan keluarganya masing-masing. Di kala saat itu kami bisa saling bercerita, tertawa bersama sepanjang acara makan malam berlangsung. Sungguh suatu hal yang menyenangkan.

Di sisi lain banyak juga kehidupan keluarga lain yang dulunya mereka masih bisa makan malam bersama setiap perayaan malam Imlek, sekarang hanya tinggal orang tuanya berserta beberapa keluarga anaknya, akibat adanya perselisihan. Sunggulah suatu hal yang amat disayangkan. Seringkali perselisihan terjadi karena perebutan bisnis peninggalan orang tuanya, atau lebih parahnya lagi pernah tersiar kabar perselisihan orang tua dan anak karena kepentingan bisnis. Tentu saja hal tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi orang tuanya.

Ketika kita sedang dalam keadaan senang, mungkin saja banyak teman-teman yang menemani kita. Di saat susah seringkali hanya tersisa keluargalah yang setia menemani. Bagimanapun juga, seburuk apapun keluarga kita, tetap  keluarga adalah anugerah dari Tuhan. Kita tidak akan ada di dunia ini tanpa orang tua kita. Jangan pernah lupa akan hal itu.

Hidup di dunia hanyalah sementara, harta, kekuasaan tidak akan ikut dibawa ketika kita hendak menghadap Yang Kuasa. Keluargamu lebih berharga dari semua itu. Apabila saat ini masih ada perselisihan atau dendam dengan saudara atau orang tua, marilah bersama-sama lewat momen Imlek kita saling memaafkan agar kebersamaan itu tetap terpelihara. Sebagaimana Tuhan Yesus telah mengampuni dosa kita dan menerima kita, marilah kita juga mengampuni mereka yang bersalah kepada kita dan menerima mereka.

Kesempatan tidaklah selalu ada. Jangan menunda tahun depan untuk memaafkan dan kembali mengasihi keluarga. Rayakanlah tahun baru Imlek ini bersama dengan keluarga dalam kasih Tuhan. Ingatlah bawa berkat Tuhan akan dicurahkan pada mereka yang hidup dalam kerukunan (Mazmur 133). Selamat merayakan Tahun Baru Imlek.