GKY Sunter

JALANmu BUKANLAH JALAN-KU

Selasa, 9 Februari 2016

Bacalah Yesaya 55:6-9

6 A� Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Renungkanlah:

  1. Mengapa Tuhan berkata bahwa jalan-Nya bukanlah jalan kita?
  2. Apa yang menyebabkan perbedaan yang demikian besar (langit a�� bumi) antara jalan kita dengan jalan Allah?
  3. Apa janji yang dikatakan Tuhan supaya kita bisa mengenal jalan-Nya? (6-7)

Tuhan mengatakan semakin hidup kita berjalan dalan kefasikan maka suara Allah semakin sayup sayup kita dengar. Kita semakin tidak bisa membedakan suara Tuhan dengan suara hati kita. Kita semakin tidak peka kepada suara Tuhan.

Kenapa? Sama seperti seorang bayi yang berlatih mendengar suara papa mamanya, semakin dia sering mendengarnya bersamaan dengan pertumbuhannya, bayi itu akan semakin bisa membedakan suara mama papanya dengan suara orang lain. Demikian juga kita dalamA� mendengar suara Tuhan kita. Semakin kita sering membaca Firman-Nya, maka rancangannya semakin diberitahukan-Nya melalui firman-Nya

Lakukanlah:

Baiklah kita menjauhi kehidupan yang fasik yang merusak kepekaan kita akan jalan Tuhan. Sebaliknya carilah Tuhan.

Berdoalah:

Mohon Tuhan memampukan kita mengenal jalan Tuhan dan rancangan-Nya dalam hidup kita dan keluarga kita.