GKY Sunter

A�KEPATUHAN 7: SETIA BERIBADAH

Minggu, 12 Juni 2016

Bacalah : Ibrani 10: 19-25

19 A� Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Renungkanlah:

  1. Mengapa kita berani datang pada Tuhan (ayat 19-20)
  2. Apakah yang diinginkan Allah saat kita datang pada-Nya (ayat 22)

Kematian Yesus telah membuka jalan pendamaian bagi kita sehingga bisa menghadap Tuhan tanpa takut. DenganA� demikian, Tuhan ingin kita datang dengan hati yang bersih, tulus dan siap. Beribadah bersama merupakan perayaan dalam sukacita karena penebusan Yesus Kristus dan ungkapan syukur bersama karena perbuatan Tuhan. Janganlah meninggalkan atau melalaikan ibadah kita seperti yang dibiasakan orang (ayat 25). Keengganan beribadah bisa disebabkan berbagai alasan: capek, malas, merasa berdosa, tidak mau dan lain-lain. Firman Tuhan hari ini memberitahkan supaya kita bisa saling memperhatikan dengan mendorong mereka untuk datang beribadah dan menolong orang jika mereka dalam kelemahan.

Lakukanlah : Marilah kita setia dan bersukacita ketika pergi beribadah.

Doa: Bersyukur untuk Allah yang telah menerima kita sehingga dapat menghadap Dia tanpa rasa takut.