Kesaksian Christoper Gunawan : WHY ME??

Sekitar beberapa waktu  yang lalu, ketika saya berkendara dengan mobil di sekitar Kemayoran, mobil saya ditabrak dari belakang oleh sebuah motor. Pada saat itu mobil saya melaju dengan kecepatan yang cukup rendah sekitar 40 km/jam dan saya tidak melakukan pengereman mendadak. Namun tiba-tiba saja ada motor yang menabrak saya dari belakang dan kemudian motor tersebut terjatuh.

Kemudian saya menepi dan pemilik motor tersebut mendatangi saya. Dia marah-marah dan meminta pertanggungjawaban karena motornya tidak bisa jalan lagi. Saya mengatakan padanya bahwa dalam kasus ini, sangat jelas bahwa dia yang bersalah karena saya tidak melakukan pengereman mendadak dan kecepatan mobil saya saat itu sangat rendah untuk jalan besar seperti PRJ. Ditambah lagi motor yang dikendarainya melaju dengan kecepatan 80 km/jam.

Saat itu saya berkata kepadanya bahwa dalam hal ini, dia yang bersalah namun saya tidak ingin mempersalahkan dan lebih baik kita mengurus kendaraan kita masing-masing. Walaupun sudah seperti itu, sang pemilik motor masih memaksa saya untuk bertanggung-jawab terhadap kendaraannya. Setelah melalui perdebatan akhirnya kita memutuskan untuk mengurus urusan masing-masing dan akhirnya saya pulang kembali ke rumah.

Pada saat malam hari, saya bertanya dalam hati kepada Tuhan a�?MENGAPA saya yang harus mengalami tabrakan tersebut?a�?

Keesokan harinya, manager saya mengatakan sesuatu yang cukup mengejutkan dan mengecewakan saya. Sebelumnya manager saya pernah menjanjikan akan memberikan suatu benefit kepada saya dan kemungkinan besar hal tersebut akan disetujui. Namun pada saat itu manager saya mengatakan bahwa karena satu dan lain hal, tawaran tersebut tidak bisa di-approve. Saat itu saya kembali kecewa pada Tuhan dan berkata a�?MENGAPA harus terjadi seperti ini??!!a�?

Kemudian saya chatting dengan cici saya mengenai keadaan ini dan dia memberikan kepada saya sebuah cerita yang pernah dia baca seperti ini:

Ada seorang petenis kulit hitam dari Amerika Serikat yang bernama Arthur Ashe. Dia memenangkan tiga gelar juara Grand Slam yaitu US Open (1968), Australia Open (1970) dan Wimbledon (1975). Namun pada tahun 1979, terjadi hal yang tak terduga ketika dia mengalami serangan jantung yang mengharuskannya melakukan operasi by-pass. Setelah dia melakukan operasi dua kali, dia mengalami kejadian yang sangat pahit yaitu terinfeksi virus HIV melalui transfusi darah yang dia terima.

Saat mengalami kejadian itu, penggemarnya menulis surat kepadanya, a�?MENGAPA Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?!a�? Kemudia Ashe menjawab a�?Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, di antaranya ada 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, di antaranya ada 500 ribu orang yang belajar menjadi pemain tenis profesional, di antaranya ada 50 ribu orang yang datang ke arena untuk bertanding, di antaranya ada 5,000 orang yang mencapai turnamen Grand Slam, di antaranya ada 50 orang yang berhasil sampai ke Wimbledon, di antaranya ada 4 orang yang mampu berada di semifinal, kemudian 2 orang yang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, a�?MENGAPA saya?a�� Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, a�?MENGAPA saya?a�� a�?

Setelah mendengar cerita tersebut, saya merasa tertegur dan malu kepada Tuhan. Yesus begitu baik ketika saya mampu lulus dengan hasil yang cukup baik dan bekerja di perusahaan yang baik, Yesus begitu baik ketika saya dapat training ke luar negeri padahal saat itu saya masih seorang pegawai kontrak, Yesus begitu baik karena saya sekarang ini dapat menjadi seorang karyawan permanen, Yesus begitu baik karena dan karenaa��.

Begitu banyak hal baik yang Yesus berikan kepada kita namun kita tak pernah berkata kepada-Nya a�?MENGAPA saya?a�? Jadi ketika kita mengalami sesuatu hal yang tak sesuai dengan harapan kita, janganlah berkata a�?MENGAPA saya?a�? Namun tetaplah teguh untuk selalu bersyukur kepada-Nya atas segala kebaikan yang diberikan oleh BAPA kita.

What? shall we receive good at the hand of GOD, and shall we not receive evil? In all this did not Job sin with his lips.

Job 2:10