GKY Sunter

Kesaksian : Ketika Tuhan Mengijinkan Tumor Otak

By. Rudi yanto

Sebagai anak Tuhan, Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa kita akan lepas dari segala masalah, tapi TuhanA� berjanji kita tidak akan dibiarkan berjalan sendiri. Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada kita tepat pada waktunya. Itulah yang kami alami. Sebuah perjalanan iman yang tidak mudah, namun lewat semua itu kami melihat karya Tuhan.

5,5 tahun yang lalu, istri saya divonis kena tumor otak. Berita ini membuat kami sangat terpukul. Menurut dokter diperlukan biaya yang cukup besar untuk mengobati penyakitnya itu. Dalam kebingungan karena tidak tahu harus berbuat apa, koko saya mengajak saya untuk membawa istri ke Singapura untuk kontrol. Tujuan istri saya dibawa ke singapura adalah untuk mengetahui kondisi penyakit istri dan besar biaya yang diperlukan kalau akan dilakukan operasi.

Setelah mempersiapkan semuanya dan mendapatkan jadwal untuk konsultasi dengan dokter, maka kamipun berangkat. Sampai di singapura dan setelah konsultasi dengan dokter yang dilanjutkan dengan MRI. Dokter memberitahukan bahwa seandainya kondisi istri mendadak mulai tidak sadar maka harus segera masuk rumah sakit dan dilakukan operasi.

Setelah selesai pemeriksaan maka kami pulang ke apartemen tempat kami menginap, sampai apartemen mendadak kondisi istri mulai kurang bagus, dia seperti kelelahan dan mulai tidak sadarkan diri, dalam kebingungan saya mencoba menghubungi saudara dan teman kantor istri, saya tidak tahu apa yang harus saya buat, seandainya saya membawa istri ke rumah sakit maka pasti harus operasi, sedangkan biaya operasinya sangat besar, perkiraan rumah sakit sekitar $S 40.000, sedangkan saat itu saya Cuma bawa uang $S 4.000, itupun pinjaman dari teman kantor istri, untuk pulang ke Jakarta juga kondisi istri tidak memungkinkan. Saya menghubungi Ibu GI. Ruth untuk bantu dalam doa, semoga Tuhan membuka jalan keluar yang terbaik.

Mendadak saya mendapatkan kabar dari teman kantor istri yang memberitahu bahwa bos istri ada di singapura, dia baru hari itu sampai singapura setelah perjalanan dari RRC dan hong kong. Akhirnya saya berhasil menghubungi bos istri saya, dan dia langsung ke apartemen tempat kami menginap, setelah bos istri melihat kondisi istri, dia langsung menyuruh saya untuk membawa istri masuk rumah sakit.

Bukan kebetulan juga kalau saat itu bos istri saya membawa uang kontan $S 45.000, dia baru dapat uangA� pembagian keuntungan dari perusahaannya di hong kong, dan biasanya dia juga tidak pernah membawa uang kontan segitu banyak. Akhirnya dia memberikan kepada saya $S 40.000 untuk biaya operasi istri dan dia juga menunggu kondisi istri sudah membaik dia baru pulang ke Jakarta.

Setelah melalui proses pengobatan yang cukup panjang, bolak-balik ke singapura, juga cukup lama tinggal di penang, malaysia, untuk melakukan penyinaran, istri saya bisa sembuh total. dan dibulan agustus 2015, hasil pemeriksaan dokter di singapura menyatakan kalau kondisi istri sudah baik, dalam jangka waktu 5 tahun kalau tumornya tidak tumbuh lagi berarti operasi yang dilakukan berhasil dengan baik.

 

Melalui kejadian ini kami bisa melihat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-Nya berjalan sendiri, Tuhan akan memberikan jalan keluar di saat yang tepat. Hal-hal yang menurut pikiran manusia mustahil tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Selama menjalani proses pengobatan istri, Tuhan sudah mencukupi semua biaya yang dibutuhkan, Tuhan memberikan biaya yang kami butuhkan tepat pada waktunya, bukan hanya saat pertama buat operasi tapi hingga saat pemeriksaan terakhir di bulan agustus 2015, tiap kali kami harus ke singapura untuk kontrol maka Tuhan memberikan berkat-Nya buat kami, biaya yang dibutuhkan Tuhan sudah siapkan. Terpujilah nama Tuhan, amin!

1Kor 10:13

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.