GKY Sunter

KONFLIK DALAM KELUARGA: ISTERI YANG TIDAK BERPERAN

Selasa, 8 November 2016

 

Bacalah : Kejadian 2:18, Efesus 5:22-24

  1. Apakah yang Alkitab katakan tentang peran isteri kepada suaminya di Kej. 2:18?
  2. Renungkanlah Ef. 5:22-24. Bagaimanakah peran yang diharapkan untuk dilakukan oleh seorang isteri?

Renungkanlah:

Harus diakui bahwa ada isteri-isteri yang memiliki keunggulan daripada suami, contoh dalam kepemimpinan, kreatifitas, keuletan, dan penguasaan diri. Oleh sebab itu, kita dapat menemukan isteri-isteri yang sulit untuk menuruti keinginan suami, atau ada yang berupaya untuk menentukan banyak hal di dalam keluarganya. Alkitab mengisahkan sosok Izebel, seorang isteri yang tidak baik (1 Raja-raja 21). Perilaku isteri yang tertulis di atas, atau seperti yang dilakukan oleh Izebel, dapat menyebabkan ketidakpuasan dalam diri suami, dan menimbulkan konflik yang lebih besar di kemudian hari. Selain itu, sikap isteri yang semacam itu menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak. Alkitab berkata bahwa isteri hendaklah menundukkan diri (Ef. 5:22), dan menolong suami untuk berperan semestinya (Kej. 2:18). Tindakan seorang isteri yang sesuai dengan kesaksian Alkitab, akan memampukan sang suami untuk belajar mengasihi isteri dan menjadi imam dalam keluarga (Ef. 5:25-30).

Lakukanlah : Para isteri hendaknya menundukkan diri dan menolong sang suami untuk berperan di dalam keluarga.

Doa: Agar para isteri mampu melakukan peran sekalipun suami tidak memiliki kemampuan, atau bahkan kurang layak untuk dituruti.