GKY Sunter

KONFLIK DALAM KELUARGA: SUAMI YANG TIDAK BERPERAN

Senin, 7 November 2016

 

Bacalah : Kejadian 4:7, 12, Efesus 5:25-30

  1. Apakah kegagalan dari Adam (Kej. 3:12)?
  2. Bagaimana semestinya peran dari seorang suami dalam keluarga (Ef. 5:25-30)?

Renungkanlah:

Alkitab mengungkapkan bahwa setelah jatuh ke dalam dosa, maka konflik segera hadir di dalam keluarga. Misalnya, Kej. 3:12 mengungkapkan tentang Adam, alih-alih menjadi suami yang bertanggung jawab dan melindungi Hawa, ia justru menyalahkan isterinya itu. Sejak saat itulah maka suami jatuh bangun untuk melakukan peran yang semestinya dalam keluarga, dan tak pelak ini adalah salah satu sumber konflik. Peran seorang suami yang seharusnya adalah bertolak belakang dari yang dilakukan oleh Adam. Suami hendaknya mengasihi isteri dengan kasih yang mendorong sikap rela untuk berkorban, mengasihi isteri seperti dirinya sendiri, dan menolong isteri untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Allah (Ef. 5:25-30). Seorang suami yang dapat bersikap seperti itu, membentuk suasana yang menyebabkan isteri sanggup untuk menundukkan diri di bawah kepemimpinan sang suami.

Lakukanlah : Para suami hendaknya memperhatikan petunjuk firman Tuhan tentang peran sebagai suami yang seharusnya. Lakukanlah dalam keluarga masing-masing,

Doa: Mintalah kepada Allah untuk memampukan kita melakukan peran sebagai seorang suami Kristen yang baik.