GKY Sunter

KONFLIK DALAM RELASI ANTARA SAUDARA

Jumat, 11 November 2016

 

Bacalah : Kejadian 4:1-16

  1. Mengapa hati Kain menjadi panas kepada Habel, adiknya (Kej. 4:5?)
  2. Apakah yang dilakukan Allah kepada Kain (Kej. 4:6-7)?
  3. Apakah tindakan Kain dapat dibenarkan (Kej. 4:8)? .

Renungkanlah:

Kemarahan, kebencian, atau iri hati dapat timbul dalam relasi antara saudara. Misalnya, salah satu saudara lebih berhasil, memiliki kuasa yang lebih besar, atau mendapat perhatian yang lebih banyak dari orang-orang lain. Apa yang tertulis di atas seringkali mengakibatkan pertikaian di antara saudara. Konflik yang terjadi dalam keluarga mula-mula dipicu oleh persembahan Habel yang diterima oleh Allah, sedangkan persembahan Kain tidak. Hal itu disebabkan Habel memberi yang terbaik (Kej. 4:4, a�?Anak sulung kambing domnanya, yakni lemak-lemaknyaa�?), sedangkan Kain tidak memberi yang terbaik (Kej 4:3, a�?Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHANa�?). Kemarahan dan kebencian Kain berujung pada tindakan yag keji. Akan tetapi, bila kasih terus diupayakan (Yoh. 15:34), tidak sekadar lewat perkataan melainkan secara nyata diwujudkan dalam perilaku (1 Yoh. 3:18), maka relasi di antara saudara dapat bertahan melalui berbagai hal yang bisa mencetuskan konflik.

Lakukanlah : Marilah melakukan dan mengucapkan perkataan yang secara nyata menghadirkanA� kasih dalam relasi dengan saudara dalam keluarga.

Doa: Mampukan kami menghadirkan kasih dalam keluarga sehingga berbagai kemungkinan konflik diatasi dengan baik.