GKY Sunter

MEMBERI SECARA TERSEMBUNYI

Rabu, 2 November 2016

 

Bacalah:

Matius 6:1-4

  1. Mengapa kita tidak boleh melakukan kewajiban agama kita di depan umum? (Ayat 1)
  2. Mengapa kita harus memberi sedekah secara tersembunyi? (Ayat 4)

 

Renungkanlah

Sewaktu Tuhan Yesus berkhotbah di bukit, Ia menekankan pengajaran mengenai hal memberi sedekah. Salah satu kebiasaan orang-orang fasik yaitu memamerkan apa yang mereka lakukan di publik, seperti berdoa di tikungan jalan raya, serta mengubah raut muka agar diketahui semua orang bahwa mereka sedang berpuasa. Selain itu, ada pula orang-orang kaya yang memberikan persembahan dalam jumlah besar, tetapi Tuhan memuji seorang janda miskin karena memberikan persembahan bukan dari kelimpahannya, melainkan dari kekurangannya (Luk. 21:1-4). Tuhan menekankan bahwa pada waktu kita memberi, berilah bukan untuk diperlihatkan kepada orang lain, sebab Bapa di surga tidak mementingkan jumlah pemberian kita, melainkan ketulusan hati kita. Dengan demikian, Ia akan memberikan berkat-Nya kepada kita. Di kala memberi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan: (1) memberi seperti kepada Allah, (2) memberi secara lapang dada, (3) memberi dengan motivasi yang benar. Apabila ketiga hal di atas kita lakukan dengan sukacita, maka Bapa di surga akan membalasnya sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya.

 

Lakukanlah

Sudahkan kita memberi sesuai keinginan Tuhan? Apakah yang Anda harus perbaiki dalam kebiasaan memberi?

 

Berdoalah

Mintalah agar Roh Kudus bekerja dalam diri Anda untuk menyucikan dari pengalaman-pengalaman memberi yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, dan mulailah kembali dari kebiasaan-kebiasaan yang baik dan benar di hadapan Allah dalam hal memberi.