GKY Sunter

Memegang Janji Allah (Abraham)

 

Bacalah Kejadian 12:1-5; 15:1-6; 16:1-6

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu 1A� dan dari sanak saudaramu dan dari rumah dA� bapamu ini ke negeri eA� yang akan Kutunjukkan kepadamu; fA� 12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa gA� yang besar, dan memberkati engkau hA� serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. iA� 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk jA� orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu kA� semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat 2A�.” 12:4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN 3A� kepadanya, dan Lotpun lA� ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur mA� tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. nA� 12:5 Abram membawa Sarai, oA� isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat pA� mereka dan orang-orang qA� yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, rA� lalu sampai di situ.

15:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram qA� dalam suatu penglihatan: rA� “Janganlah takut, sA�Abram, Akulah perisaimu; tA� upahmu uA� akan sangat besar 1A�.” 15:2 Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, vA�apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, wA�dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik xA� itu.” 15:3 Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku yA� zA� nanti menjadi ahli warisku.” 15:4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu. aA�15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, bA� jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. cA�15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran 2A�. dA�

 

Renungkanlah:

  1. Memegang janji Allah itu penting, tetapi tidak selalu mudah. Allah berjanji untuk menjadikan Abram atau Abraham sebagai bangsa yang besar (12:2), padahal Sarai atau Sara (istri Abraham) mandul, tidak bisa memiliki anak (11:30).Walaupun Abraham saat ini kita kenal sebagai bapak orang beriman, tidak mudah bagi Abraham untuk setia memegang janji Allah. Apa yang Abraham usulkan kepada Allah (15:2-3) dan yang diusulkan oleh Sara kepada Abraham (16:1-2) untuk mengatasi masalah tersebut? Perhatikan masalah yang muncul karena Abraham mengikuti usul Sara (16:3-6).
  2. Di dalam Alkitab terdapat banyak janji Allah bagi anak-anak-Nya, misalnya 1 Korintus 10:13; Filipi 4:6-7; 1 Petrus 5:7 dan sebagainya. Apakah Anda telah membiasakan diri untuk menghafalkan janji Tuhan agar Anda bisa memperoleh kekuatan saat menghadapi berbagai masalah kehidupan? Bila belum, mulailah!

Setiap orang pasti memiliki masalah. Masalah yang dihadapi oleh setiap orang umumnya berbeda dengan masalah yang dihadapi oleh orang lain. Akan tetapi, Allah telah menyediakan ratusan janji dalam Alkitab yang cukup untuk menjadi bekal guna menghadapi setiap masalah. Masalahnya, kita sering sulit mempercayai bahwa Allah sanggup dan pasti memenuhi janji-nya. Kesangsian kita itu disebabkan karena kita menyamakan Allah dengan manusia yang janjinya tidak selalu bisa menjadi pegangan. Akan tetapi, bila kita menyadari bahwa Allah itu mahakuasa dan sanggup melaksanakan janji-nya, kesangsian kita itu tidak berdasar.

 

Lakukanlah: Mulailah membangun kebiasaan memegang janji Allah. Untuk bisa memegang janji Allah, kita perlu membaca dan mendengarkan firman Allah secara teratur, mempelajari bagian-bagian Alkitab yang terasa sulit dipahami, menghafal janj-janji yang terdapat dalam Alkitab, dan tekun merenungkan firman Allah untuk diterapkan dalam kehidupan.

 

Berdoalah: Tuhan, tolonglah saya untuk berpegang pada janji-Mu! (Anda bisa menyebutkan salah satu janji dalam Alkitab yang Anda mohon supaya terwujud dalam kehidupan Anda).