GKY Sunter

Mengejar Kekayaan, Bolehkah?

By. Jimmy Cahyadi

Kekayaan. Wah! Ini mah yang dicari dan diinginkan semua orang, termasuk saya. 😀 Siapa sih yang tidak ingin menjadi orang kaya? Namun sayangnya, tidak semua orang akan mendapatkannya. Mengapa? Karena kekayaan adalah anugerah Tuhan, pemberian Tuhan kepada seseorang sesuai kehendak-Nya. Amsal 10:22 berkata bahwa berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya susah payah tidak menambahinya. Pengkhotbah 5:19 berkata : “Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya–juga itu pun karunia Allah.”

Ayat-ayat ini mengajarkan saya beberapa hal :

  1. Jangan kita mengejar kekayaan karena kekayaan tidak bisa kita usahakan. Itu adalah anugerah/pemberian yang Tuhan berikan sesuai kehendak-Nya. Alkitab setahu saya memang tidak pernah mengajarkan kita untuk mengejar kekayaan. Malah Alkitab di 1 Timotius pasal 6 :9-10 berkata bahwa, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan; …oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka“. Bagian lain dari Amsal juga berkata 23: 4 : “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini“. Amsal 30:8-9 berkata : “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang aku tidak menyangkalMu dan berkata : Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku“. Sebaliknya Alkitab mengajar untuk mengejar /mencari kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat 6:33), mengejar /mencari kehendak Allah dan melakukannya (Yoh 4:34). Alkitab mengajar kita untuk mencari kecukupan (Ams 30: 8-9; 1 Tim 6:6,8).
  2. Mereka yang sudah kaya janganlah menjadi sombong. Karena kekayaan itu adalah anugerah Tuhan, oleh karena itu kita harus bertanggung jawab di hadapan Tuhan dengan kekayaan yang telah dianugerahkan. Itu adalah milik dan pemberian Tuhan, Sudahkah kita memakai kekayaan sesuai kehendak Tuhan? 1 Tim 6:17-18 berkata :”Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaanNya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.”
  3. Yang tidak kaya tidak perlu minder dengan orang kaya selama kita sudah melakukan bagian kita yang terbaik. Harga diri kita tidaklah bergantung pada berapa banyak harta yang kita miliki. Harga diri kita adalah sebagai gambar dan rupa Allah yang telah ditebus dan dikaruniai potensi dan bakat untuk mengembangkan dunia bagi kemuliaan Tuhan.  Tanggung jawab dan bagian kita adalah bekerja dengan baik dan rajin untuk kemuliaan Tuhan. Selama kita telah setia mengembangkan potensi, bakat, talenta yang Tuhan percayakan, kita telah bertanggung jawab atas hidup dan anugerah Tuhan. Kita tidak pernah diminta Tuhan untuk menjadi kaya. Tuhan meminta kita untuk setia, setia melakukan kehendakNya, mentaatiNya dan mengembangkan potensi, bakat, talenta yang Tuhan percayakan (Mat 25). Tuhan tidak pernah menjanjikan kita untuk menjadi kaya. Ia menjanjikan kecukupan untuk kita selama kita berusaha dengan baik, selama kita bekerja dengan baik, selama kita mencari kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat 6:33). Namun selama kita setia melakukan kehendak-Nya, setia mengembangkan potensi bakat talenta yang Tuhan percayakan dan setia melakukan bagian kita dan kita menjadi kaya. Itu puji Tuhan 🙂 Itu berarti karunia-Nya. Ingat poin no 2. Namun jangan kita mengejar kekayaan. Kalaupun kita ternyata tidak diberi kekayaan materi kita tidak perlu marah, memaksa, menuntut bahkan sampai meninggalkan Tuhan dengan pergi ke Gunung Kawi karena kita sesungguhnya sudah kaya di dalam Tuhan. Kasih karunia-Nya cukup bagi kita :D.

Akhir kata saya ingin mengutip perkataan rekan saya seorang Theocentric motivator Eloy Zalukhu demikian :”Sukses utamanya adalah kesetiaan melakukan yang terbaik sesuai bakat dan talenta yang Tuhan percayakan.Bahwa kemudian Anda mendapatkan uang, jabatan, ketenaran, itu adalah buah kesetiaan Anda, tetapi buah itu tidak boleh menjadi tujuan utama”.